Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 11 - Surat ‘Abasa (Berwajah Masam)
عبس
Ayat 11 / 42 •  Surat 80 / 114 •  Halaman 585 •  Quarter Hizb 59.25 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ

Kallā innahā tażkirah(tun).

Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.

Makna Surat ‘Abasa Ayat 11
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktūm dan al-Walīd bin al-Mugīrah beserta kawan-kawannya.

Sesungguhny a pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.

Isi Kandungan Kosakata

Safarah سَفَرَةٍ (‘Abasa/80: 15)

Safarah adalah bentuk jamak dari sāfir yaitu isim fā’il atau orang yang melakukan pekerjaan tersebut, berasal dari fi‘il safara-yasfuru-sufūran wa safran artinya bepergian, menyapu, menulis. Ayat 15 surah ini yang berbunyi: bi aidī safarah (pada tangan-tangan para penulis, atau di tangan-tangan para utusan yaitu malaikat). Rangkaian ayat-ayat ini sedang menggambarkan tentang Al-Qur’an yang berfungsi sebagai hidayah atau petunjuk dan pelajaran dari Allah bagi semua manusia. Al-Qur’an sebagai salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi, sangat mulia dan tinggi ajaran dan ilmunya, suci dari segala macam bentuk kesalahan dan pengaruh buruk dari setan, diturunkan dengan perantaraan para penulis atau utusan yaitu malaikat. Sebelum diturunkan kepada Nabi Muhammad, Al-Qur’an tersimpan pada Lauḥ Maḥfūẓ artinya pada lembaran yang terjaga. Para malaikat adalah makhluk yang mulia dan senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah, tidak pernah membangkang terhadap perintah-Nya, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan, demikian disebutkan dalam Surah at-Taḥrīm/66: 6).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto