كَغَلْيِ الْحَمِيْمِ ۗ
Kagalyil-ḥamīm(i).
seperti mendidihnya air yang sangat panas.
seperti mendidihnya air yang sangat panas yang panasnya mencapai titik puncak.
Allah menggambarkan bagaimana siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir penghuni neraka. Dalam ayat yang lain, digambarkan keadaan pohon zaqqūm itu yaitu mayangnya saja menakutkan orang yang melihatnya, Allah berfirman:
طَلْعُهَ ا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ ٦٥ فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ ٦٦
Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqūm). (aṣ-Ṣāffāt/37: 65-66)
Betapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqūm itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.
Sesudah memakan buah zaqqūm itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:
ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ ٦٧
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (aṣ-Ṣāffāt/37: 67)
Demikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum.
1. Syajarataz-Zaqqūm شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِ (ad-Dukhān/44: 43)
Syajarataz-zaqqūm artinya ‘pohon Zaqqum’. Terdiri atas dua kata: syajarah dan az-zaqqūm. Syajarah artinya ‘pohon’ yang berdahan. Kata kerjanya syajara artinya ‘bertengkar’, karena dalam bertengkar keluar kata-kata yang bercabang-cabang seperti pohon. Contohnya dalam Surah an-Nisā’/4: 65. Az-Zaqqūm adalah nama pohon yang buahnya merupakan makanan yang sangat menyiksa di dalam neraka. Terambil dari kata kerja zaqama yaitu ‘menelan makanan yang sangat tidak menyenangkan.’
2. Ṭa‘ āmul-‘Aṡīm طَعَامُ الاثِيْمِ (ad-Dukhān/44: 44)
Ṭa‘āmul-‘aṡīm artinya “makanan orang yang bergelimang dosa.” Terdiri atas dua kata Ṭa‘ām dan al-‘aṡīm. Ṭa‘ām artinya ‘makanan’, kata kerjanya: Ṭa‘ima artinya ‘memakan’. Al-'aṡīm adalah ‘orang yang bergelimang berdosa.’ Aṡīma adalah ‘orang yang berdosa’, tetapi dosanya tidak sebanyak dosa al-'aṡīm.













































