Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 19 - Surat Al-Aḥqāf (Ahqaf)
الاحقاف
Ayat 19 / 35 •  Surat 46 / 114 •  Halaman 504 •  Quarter Hizb 51 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْاۚ وَلِيُوَفِّيَهُمْ اَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Wa likullin darajātum mimmā ‘amilū, wa liyuwaffiyahum a‘mālahum wa hum lā yuẓlamūn(a).

Setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah menyempurnakan balasan amal mereka serta mereka tidak dizalimi.

Makna Surat Al-Ahqaf Ayat 19
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan setiap orang dari kedua kelompok manusia sebagaimana yang disebutkan itu memperoleh tingkatan yakni peringkat yang berbeda-beda baik di surga maupun di neraka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia dan peringkat itu disempurnakan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan dengan mengurangi ganjaran atau menambah siksaan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa manusia dan jin mempunyai martabat tertentu di sisi-Nya pada hari Kiamat, sesuai dengan perbuatan dan amal yang telah mereka kerjakan semasa hidup di dunia. Golongan yang beriman dan beramal saleh terbagi dalam beberapa martabat yang berbeda-beda tingginya, sedangkan golongan yang kafir kepada Allah juga terbagi dalam beberapa martabat yang berbeda-beda rendahnya. Perbedaan tinggi atau rendahnya martabat disebabkan adanya perbedaan iman dan amal seseorang, di samping ada pula perbedaan kekafiran dan kedurhakaan. Dengan perkataan lain, Allah menentukan martabat yang berbeda itu karena perbedaan amal manusia dan jin itu sendiri. Ada di antara mereka yang teguh iman dan banyak amalnya, sedangkan yang lain lemah dan sedikit. Demikian pula tentang kekafiran, ada orang yang sangat kafir kepada Allah dan ada yang kurang kekafiran dan keingkarannya. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling takwa kepada-Nya.

Allah menyediakan martabat-martabat yang berbeda untuk membuktikan keadilan-Nya kepada makhluk-Nya, dan agar dapat memberi balasan yang sempurna kepada setiap jin dan manusia itu. Perbuatan takwa diberi balasan sesuai dengan tingkat ketakwaannya, dan perbuatan kafir dibalas pula sesuai dengan tingkat kekafirannya.

Isi Kandungan Kosakata

Uffin أُفٍّ (al-Aḥqāf/49: 17).

Kata ini pada mulanya digunakan untuk ungkapan terhadap segala sesuatu yang menjijikkan seperti kotoran, bekas potongan kuku, dan lainnya, lalu digunakan untuk sesuatu yang dianggap enteng karena jijik terhadapnya. Jika kata ini (uff) dikatakan kepada berhala yang disembah dan orang yang menyembahnya sebagaimana perkataan Nabi Ibrahim (lihat Surah al-Anbiyā'/21: 67), maka maksudnya adalah bahwa Nabi Ibrahim memandang jijik terhadap berhala-berhala dan orang yang menyembahnya. Jika perkataan ini ditujukan kepada orang tua maka maksudnya juga demikian, yaitu rasa kesal, jengkel, sebal terhadap orang tua, karena sifat-sifatnya yang mulai kekanak-kanakan atau keberatan memikul beban biayanya dan lainnya. Perkataan ini merupakan perbuatan yang sangat tercela jika dikatakan oleh seorang anak kepada orang tuanya, karena tidak menghargai keduanya yang telah memeliharanya dari sewaktu masih dalam kandungan sampai dewasa.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto