Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 64 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 64 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 327 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَرَجَعُوْٓا اِلٰٓى اَنْفُسِهِمْ فَقَالُوْٓا اِنَّكُمْ اَنْتُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۙ

Fa raja‘ū ilā anfusihim fa qālū innakum antumuẓ-ẓālimūn(a).

Maka, mereka kembali kepada diri mereka sendiri (mulai sadar) lalu berkata (kepada sesama mereka), “Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri).”

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 64
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka, setelah mendengar jawaban tersebut, mereka kembali kepada kesadaran mereka yang jernih sesuai akal sehat dan nurani bahwa patung-patung itu tidak layak disembah. Dan pemimpin mereka pun berkata, “Sesungguhnya kamu sekalianlah yang menzalimi diri sendiri, terus-menerus menyembah patung yang tidak bisa bicara, tidak bisa membela diri, apalagi menyelamatkan manusia.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan keadaan kaum penyembah patung itu setelah mendengar jawaban Ibrahim. Mereka lalu menyesali diri, mereka menyembah patung-patung yang ternyata tidak mampu mempertahankan diri terhadap orang yang ingin merusaknya, dan tidak mampu membinasakannya. Kalau demikian halnya bagaimana ia akan mampu menolong dan melindungi orang lain. Oleh sebab itu patung tersebut tidak patut disembah.

Penyesalan diri mereka itu tampak jelas pada ucapan mereka yang saling menyalahkan antara sesama mereka bahwa mereka termasuk orang-orang yang zalim karena menyembah sesuatu yang tidak dapat berpikir dan berbicara. Itu merupakan suatu kebodohan diri mereka sendiri.

Isi Kandungan Kosakata

Nukisū نُكِسُوْا (al-Anbiyā’/21: 65)

Lafal nukisū secara bahasa berarti membalik dari atas ke bawah, yakni menjadikan kepala di bawah dan kaki di atas. Kata tersebut digunakan juga untuk menggambarkan kelahiran anak yang kakinya lebih dahulu keluar sebelum kepalanya. Ayat menjelaskan bahwa mereka sebelumnya tegak dan garang dalam menghadapi Nabi Ibrahim, namun berbalik menjadi tunduk dan lesu, karena apa yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim adalah benar sesuai dengan kata hatinya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto