Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 22 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 22 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 323 •  Quarter Hizb 33 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

لَوْ كَانَ فِيْهِمَآ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ

Lau kāna fīhimā ālihatun illallāhu lafasadatā, fa subḥānallāhi rabbil-‘arsyi ‘ammā yaṣifūn(a).

Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik ʻArasy, dari apa yang mereka sifatkan.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 22
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Seandainya pada keduanya, langit dan bumi, ada tuhan-tuhan selain Allah, yang mengelola langit dan bumi sebagaimana dugaan orang-orang kafir, tentu keduanya telah binasa karena perselisihan pengelolaan di antara dua tuhan ini. Dengan demikian, jelaslah kepalsuan dugaan orang kafir yang meyakini ada dua tuhan atau lebih. Mahasuci Allah dengan kesucian yang mutlak, Tuhan yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan kepada-Nya dengan tanpa dasar.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah memberikan bukti yang rasional berdasarkan kepada benarnya kepercayaan tauhid dan keimanan kepada Allah Yang Maha Esa, yaitu seandainya di langit dan di bumi ada dua tuhan, niscaya rusaklah keduanya, dan binasalah semua makhluk yang ada di antara keduanya. Sebab, jika seandainya ada dua tuhan, maka ada dua kemungkinan yang terjadi:

Pertama, Bahwa kedua tuhan itu mungkin tidak sama pendapat dan keinginan mereka dalam mengelola dan mengendalikan alam ini, lalu keinginan mereka yang berbeda itu semuanya terlaksana, di mana yang satu ingin menciptakan, sedang yang lain tidak ingin menciptakan, sehingga alam ini terkatung-katung antara ada dan tidak. Atau hanya keinginan pihak yang satu saja yang terlaksana, maka tuhan yang satu lagi tentunya menganggur dan berpangku tangan. Keadaan semacam ini tidak pantas bagi tuhan.

Kedua, Bahwa tuhan-tuhan tersebut selalu sepakat dalam menciptakan sesuatu, sehingga setiap makhluk diciptakan oleh dua pencipta. Ini menun-jukkan ketidak mampuan masing-masing tuhan itu untuk menciptakan sendiri makhluk-makhluknya. Ini juga tidak patut bagi tuhan. Oleh sebab itu, kepercayaan yang benar adalah mengimani tauhid yang murni kepada Allah, tidak ada sesuatu yang berserikat dengan-Nya dalam mencipta dan memelihara alam ini. Kepercayaan inilah yang paling sesuai dengan akal yang sehat.

Dengan demikian, keyakinan dalam Islam bertentangan baik dengan ajaran atheisme maupun ajaran polytheisme.

Setelah mengemukakan dalil yang rasional, maka Allah menegaskan bahwa Dia Mahasuci dari semua sifat-sifat yang tidak layak yang dihubung-kan kepada-Nya oleh kaum musyrikin, misalnya bahwa Dia mempunyai anak, atau sekutu dalam menciptakan, mengatur, mengelola dan memelihara makhluk-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Burhānakum بُرْهَانَكُمْ (al-Anbiyā’/21:24)

Lafal burhān merupakan bentukan dari lafal baraha dengan menggunakan pola fu’lān yang berarti hujjah atau bukti, atau ia bentuk maṣdar dari kata baraha yabrahu yang berarti memutih, seperti ungkapan rajul abrah artinya lelaki yang putih. Barahratun artinya pemuda yang memiliki kulit yang sangat putih. Burhatun adalah waktu atau periode yang sangat singkat. Lafal burhān merupakan bukti yang paling kuat yang senantiasa menunjukkan kebenaran, karena dalil (bukti) terbagi menjadi lima bagian yaitu: dilalah yang pasti menunjukkan kebenaran, dilalah yang pasti menunjukan kebohongan, dilalah yang mendekati kebenaran, dilalah yang mendekati kebohongan, dan dilalah yang mendekati kepada keduanya. Qul hātū burhānakum yang dimaksud dalam ayat ini adalah tantangan dari Allah kepada mereka yang menjadikan tuhan-tuhan selain Allah. Artinya tunjukkanlah bukti atau hujjah yang bisa membuktikan bahwa tuhan-tuhan itu dapat menghidupkan yang mati, karena sekiranya di alam ini ada tuhan-tuhan selain Allah tentu langit dan bumi akan mengalami kerusakan.

2. Mu‘riḍūn مُعْرِضُوْنَ (al-Anbiyā’/21: 24)

Lafal mu‘riḍūn merupakan bentuk jamak dari lafal mu‘riḍ yang terambil dari kata ‘araḍa antonim dari lafal ṭūl (panjang) yang berarti lebar. Awalnya lafal ini digunakan pada jism kemudian dijadikan ungkapan kepada selain jism. ‘Araḍa memiliki makna yang banyak, diantaranya adalah mengemukakan, memamerkan atau mendemonstrasikan seperti firman Allah: “ṡumma ‘araḍahum ‘alal-malā’ikah” (kemudian Adam mengemukakan kepada para malaikat) (al-Baqarah/2:31). ‘Araḍa juga diartikan dengan barang-barang kenikmatan duniawi yang bersifat fana (al-Anfāl/8:67) ‘Araḍa juga diartikan dengan awan seperti yang disebutkan dalam al-Aḥqāf/46 : 24. al-‘Urḍah adalah penghalang (al-Baqarah/2: 224). Ba‘īr ‘urḍah berarti unta itu menjadi penghalang dalam perjalanan. A‘raḍa juga berarti berpaling, menghindar atau membuang. Arti inilah yang dimaksud dalam ayat di atas, yaitu bahwa orang-orang musyrik tidak akan menjawab terhadap tantangan yang dikemukakan oleh Nabi Muhammad, sehingga mereka berpaling dari Allah.

3. Musyfiqūn مُشْفِقُوْنَ (al-Anbiyā’/21:28)

Musyf iqūn bentuk jamak dari lafal musyfiq yang terambil dari kata syafaqa yang berarti bercampurnya cahaya siang hari dengan gelapnya malam seiring dengan terbenamnya matahari. Allah bersumpah dalam Surah al-Insyiqāq/84:16, “Falā uqsimu bisy-syafaq” (Maka sesungguhnya Allah bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja). Dari lafal syafaqa lahir kata isyfāq yang berarti perasaan kasihan yang bercampur antara rasa takut dan simpati. Seorang musyfiq (yang merasa kasihan) menyayangi musyfaq ‘alaih (yang dikasihani) dan merasa takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padanya. Jika lafal asyfaqa diikuti oleh huruf min maka menunjukkan perasaan takut lebih dominan, sedangkan jika diikuti dengan huruf fi maka rasa kasihan lebih besar. Dalam ayat ini dijelaskan tuduhan orang-orang kafir bahwa para malaikat adalah anak-anak Allah sangatlah keliru dan salah, karena sesungguhnya para malaikat adalah hamba-hamba Allah yang mulia, yang selalu berhati-hati karena merasa takut dan senantiasa patuh serta tunduk kepada-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto