Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 25 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 25 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 179 •  Quarter Hizb 18.75 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً ۚوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Wattaqū fitnatal lā tuṣībannal-lażīna ẓalamū minkum khāṣṣah(tan), wa‘lamū annallāha syadīdul-‘iqāb(i).

Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 25
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan di samping kamu berkewajiban memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya, peliharalah dirimu dari siksaan yang ketika datang sekali-kali tidak hanya menimpa secara khusus orang-orang yang zalim saja, yakni yang melanggar dan enggan memperkenankan seruan Rasul, di antara kamu, tetapi juga kepada mereka yang membiarkan kemungkaran merajalela. Lindungilah diri kalian dari dosa-dosa besar yang merusak tatanan masyarakat. Jauhilah sikap enggan berjihad di jalan Allah, perpecahan dan rasa malas melaksanakan kewajiban amar makruf nahi mungkar. Karena, akibat buruk dosa itu akan menimpa semua orang, tidak khusus hanya orang yang berbuat kejahatan saja. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menyerukan kepada orang-orang beriman, agar memelihara diri mereka dari siksaan, yang tidak hanya khusus menimpa orang-orang zalim itu saja di antara orang-orang beriman. Maksudnya ialah apabila di dalam suatu kaum perbuatan maksiat telah merata maka Allah akan menyiksa mereka itu secara keseluruhan. Siksaan itu tidak hanya bagi orang yang melakukan kemaksiatan itu saja, akan tetapi siksaan itu akan menimpa mereka secara merata tanpa pilih kasih, meskipun di dalamnya terdapat juga orang-orang yang saleh yang berada di antara mereka itu.

Rasulullah saw bersabda:

مَامِنْ قَوْمٍ يَعْمَلُ بِهِمْ بِالْمَعَاصِيْ هُمْ أَغَرُّ وَأَكْثَرُ مِمَّنْ لاَ يَعْمَلُوْنَ ثُمَّ لَمْ يُغَيِّرُوْهُ إِلاَّ عَمَّهُمُ اللّٰهُ بِعِقَابٍ (رواه أحمد عن جرير)

“Tidak ada suatu kaum yang sebagian besar orang-orangnya lebih terpedaya melakukan kemaksiatan dari yang tidak melakukan, kemudian mereka tidak mau mengubahnya selain Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang merata.” (Riwayat Aḥmad dari Jarīr)

Oleh sebab itulah di dalam masyarakat ada institusi yang mengurus kemaslahatan dan mengurus amar ma’ruf dan nahi mungkar. Lembaga ini hendaknya bertugas meneliti kemaksiatan yang timbul dalam masyarakat, serta berusaha pula untuk mencari cara-cara pencegahannya. Juga lembaga ini berusaha untuk menggiatkan masyarakat melakukan segala yang diperintahkan oleh agama dan menghentikan segala sesuatu yang dilarang. Apabila kemaksiatan itu telah merata, dan masyarakat telah melupakan agama, maka bencana yang akan menimpa masyarakat itu tidak hanya akan menimpa suatu kelompok atas golongan tertentu saja, tetapi bencana itu akan dirasakan oleh anggota masyarakat, secara keseluruhan dan merata.

Di akhir ayat ini Allah memperingatkan orang-orang mukmin agar mereka itu mengetahui bahwa Allah amat pedih siksaan-Nya. Siksaan Allah ditimpakan atas siapa saja yang melanggar hukum-Nya. Ancaman Tuhan yang sangat keras ini akan berlaku apabila kejahatan itu telah merajalela dan merata di segenap anggota masyarakat itu tanpa pandang bulu. Sedangkan ancaman-ancamannya di akhirat ditimpakan kepada orang-orang, yang melakukannya sesuai dengan berat ringannya perbuatan yang dilakukan oleh orang itu.

Isi Kandungan Kosakata

Fitnah فِتْنَةً (al-Anfāl/8: 25)

Kata fitnah terambil dari kata fatana-yaftinu-fitnah. Akar maknanya adalah fatana aż-żahaba yang berarti memasukkkan emas ke dalam api untuk menilai kadarnya. Makna demikian terdapat dalam surah al-Burūj ayat 10. Kata dinar maftūn berarti dinar yang telah teruji kualitasnya.

Al-Qur’an menggunakan kata fitnah untuk berbagai makna. Sebagian besarnya memiliki arti ujian. Makna fitnah pada ayat yang sedang ditafsirkan ini adalah siksaan. Pada beberapa tempat lain, kata ini memiliki yang sedikit berbeda. Di antaranya adalah: bencana dan kekacauan (al-Mā’idah/5: 71, al-Anfāl/8: 73), gangguan (al-Anfāl/8: 39), dan siksaan (aṣ-Ṣaffāt/37: 63). Secara garis besar, bila kata fitnah dikaitkan dengan orang-orang yang beriman maka ia berarti ujian, dan bila dikaitkan dengan orang-orang kafir maka ia berarti siksaan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto