Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 30 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 30 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 153 •  Quarter Hizb 16 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

فَرِيْقًا هَدٰى وَفَرِيْقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلٰلَةُ ۗاِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيٰطِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

Farīqan hadā wa farīqan ḥaqqa ‘alaihimuḍ-ḍalālah(tu), innahumuttakhażusy-syayāṭīna auliyā'a min dūnillāhi wa yaḥsabūna annahum muhtadūn(a).

Sekelompok (manusia) telah diberi-Nya petunjuk dan sekelompok (lainnya) telah pasti kesesatan atas mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung270) selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ketika dibangkitkan, manusia akan menemui Allah dalam dua kelompok besar. Sebagian kelompok manusia meru-pakan golongan yang telah diberi-Nya petunjuk di dunia, yaitu dengan beribadah kepada Allah dengan penuh ikhlas, inilah yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan, dan sebagian kelompok lagi, merupakan kelompok yang telah pasti dan sepantasnya menjadi sesat karena memilih sendiri jalan kesesatan itu dan enggan memanfaatkan petunjuk. Sebab kesesatan kelompok yang kedua ini adalah karena mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung dan pembimbing mereka selain Allah, se-hingga mereka menuruti segala seruan setan. Dan dengan kebodohan mereka, mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Manusia terbagi atas dua golongan. Golongan pertama adalah golongan yang telah diberi petunjuk oleh Allah di dunia ini untuk mengerjakan salat, menyembah-Nya dengan ikhlas dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain. Sedang golongan kedua, adalah golongan yang telah sesat karena mengikuti ajakan setan dan meninggalkan perintah Allah Penciptanya. Setan itulah yang dijadikan pelindungnya, bukan Allah. Anehnya mereka sudah sesat dengan menempuh jalan yang dilarang oleh Allah mengerjakan perbuatan yang tidak diridai-Nya, tetapi masih menyangka bahwa mereka memperoleh petunjuk. Orang yang demikian adalah orang yang paling merugi, sebagaimana firman Allah:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِي ْنَ اَعْمَالًا ۗ١٠٣اَلَّذِيْن َ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا ١٠٤

Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (al-Kahf/18: 103-104)

Isi Kandungan Kosakata

Fāḥisyah فَاحِشَةً (al-A‘rāf/7: 28)

Kata fāḥisyah adalah isim fa’il dari kata faḥisya—yafḥasyu—fa syan. Kalimat fāḥisyal-amru berarti perkara itu melampaui batas. Kata fāhisyah dalam istilah Al-Qur’an berarti setiap ucapan dan perbuatan yang buruk. Bentuk jamaknya adalah fawāḥisy. Selain kata fāḥisyah, Al-Qur’an juga sering menggunakan kata faḥsyā’. Kedua kata ini di dalam Al-Qur’an digunakan untuk beberapa makna. Di antaranya adalah kikir sebagaimana dalam firman Allah, “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)…” (al-Baqarah /2: 268); zina sebagaimana dalam firman Allah, “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji…” (an-Nisā’/4: 15); syirik sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala, “…Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji…” (al-A‘rāf/7: 28). Dan lain sebagainya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto