Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 23 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 23 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 153 •  Quarter Hizb 16 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Qālā rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn(a).

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 23
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Menjawab pertanyaan yang merupakan kecaman Allah ini, dengan penuh penyesalan keduanya, yakni Adam dan pasangannya, berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri akibat mengikuti perkataan Iblis dan melanggar larangan-Mu, padahal Engkau telah memperingatkan pada kami. Kami sangat menyesal dan memohon ampun kepada-Mu. Jika Engkau tidak mengampuni kami, menghapus dosa yang telah kami lakukan, dan memberi rahmat kepada kami dengan memberikan keridaan, taufik, dan hidayah, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah Adam dan istrinya menyadari kesalahan yang diperbuatnya, yaitu menuruti ajakan setan dan meninggalkan perintah Allah, dia segera bertobat, menyesali perbuatannya. Allah mengajarkan kepada keduanya doa untuk memohon ampun. Kemudian dengan segala kerendahan hati dan penuh khusyuk, mereka pun berdoa.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٢٣

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (al-A‘rāf/7: 23).

Berkat ucapan doa yang benar-benar keluar dari lubuk hatinya dengan penuh kesadaran disertai keikhlasan, maka Allah memperkenankan doanya, mengampuni dosanya dan melimpahkan rahmat kepadanya. Firman Allah:

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ٣٧

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-Baqarah/2: 37).

Isi Kandungan Kosakata

1. Waswasa وَسْوَسَ(al-A‘rāf /7: 20)

Pada mulanya ungkapan ini digunakan untuk suara gesekan perhiasan. Kemudian digunakan untuk bisikan setan kepada manusia secara terus menerus.

2. Yakhṣifān يَخْصِفَانِ (al-A‘rāf/7: 22)

Muḍari’ dari khaṣafa. Akar kata yang terdiri dari huruf-huruf (خ- ص- ف) mempunyai arti berkumpulnya sesuatu pada sesuatu yang lain. Dari arti ini kemudian muncul arti menempelkan sesuatu kepada sesuatu. Perbuatan menambal terompah disebut dengan khaṣf an-na’l karena dia telah meletakkan atau menempelkan sepotong kulit pada terompah yang ditambal. Kata yakhshifān pada ayat di atas menggambarkan bahwa keduanya (Nabi Adam dan Siti Hawa) menempelkan daun-daun yang ada di surga, satu sama lain dengan maksud menutupi aurat mereka, ketika setan berhasil menipu mereka untuk makan buah larangan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto