وَقَالَتْ اُوْلٰىهُمْ لِاُخْرٰىهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ ࣖ
Wa qālat ūlāhum li'ukhrāhum famā kāna lakum ‘alainā min faḍlin fa żūqul-‘ażāba bimā kuntum taksibūn(a).
Orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka, rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.”
Dan orang yang masuk terlebih dahulu berkata kepada yang masuk be-lakangan, “Wahai para pengikutku, kita sama-sama telah sesat dan ketika di dunia kita sama-sama telah melakukan perbuatan yang mengundang murka Allah, karenanya kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami.” Maka Allah berfirman kepada mereka semuanya, “Rasakanlah azab itu karena perbuatan kufur dan maksiat yang telah kalian lakukan ketika hidup di dunia.”
Dalam ayat ini dijelaskan, bagaimana cara pemimpin-pemimpin mereka berlepas diri dan tanggungjawab dari tuntutan pengikut-pengikutnya. Pemimpin-pemimpin yang telah lebih dahulu masuk neraka mengatakan: “Kalau memang seperti yang kamu tuduhkan itu, bahwa kami menyesatkan kamu dan hendaklah azab kami dilipatgandakan dari azab yang kamu terima, maka sekarang kamu rasakan azab neraka ini karena kebodohanmu, mau disesatkan dari jalan yang benar. Kami tidak memaksamu untuk mengikuti kami tetapi kamu sendirilah yang memilih jalan yang sesat itu, berbuat dosa dan mendurhakai Allah. Begitulah akhirnya, mereka saling salah menyalahkan dan hal itu tidak ada gunanya lagi, karena mereka akan sama-sama berada dalam api neraka yang bergejolak itu.
Firman Allah:
وَلَنْ يَّنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ اِذْ ظَّلَمْتُمْ اَنَّكُمْ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ ٣٩
Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu. (az-Zukhruf/43: 39).
1. Naṣībuhum نَصِيْبُهُمْ(al- A‘rāf/7: 37)
Artinya adalah bagian mereka. Akar katanya adalah (ن- ص- ب) artinya sesuatu yang diangkat dan ditegakkan sehingga tampak/terlihat. Batu yang ditegakkan dan disembah oleh masyarakat jahiliyah disebut nuṣub. Kata naṣab juga berarti kepayahan, karena engkau terus berdiri sehingga merasa payah. Bagian tertentu disebut naṣab karena bagian tersebut telah diangkat dan diarahkan kepadamu.
2. ‘Ażaban ḍi’fan عَذَاباً ضِعْفًا(al-A‘rāf/7 : 38)
Artinya adalah siksaan yang berlipat ganda. Kata ḍi’f adalah untuk kelipatan sesuatu. Tidak mesti dua kali lipat karena dalam bahasa Arab kata ini untuk menunjukkan tambahan atas sesuatu secara tidak terbatas. Minimalnya adalah dua kali lipat, maksimalnya tidak terbatas.












































