Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 125 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 125 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 165 •  Quarter Hizb 17.25 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Makkiyah

قَالُوْٓا اِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَۙ

Qālū innā ilā rabbinā munqalibūn(a).

Mereka (para penyihir) menjawab, “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan kami.

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 125
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ancaman itu tidak membuat mereka gentar sedikit pun. Keimanan sudah sangat merasuk ke dalam kalbu mereka. Mereka para pesihir menjawab, “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan Pemelihara kami, menemui-Nya dengan kematian, dalam naungan rahmat dan kenikmatan ganjaran-Nya. Demikianlah, orang beriman tidak akan merasa gentar menghadapi ancaman dan penderitaan apa pun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menceritakan bahwa para pesihir sedikit pun tidak merasa gentar menghadapi ancaman Fir‘aun kepada mereka. Bahkan dengan mantap dan penuh keyakinan, mereka berkata kepada Fir‘aun, sesungguhnya hanya kepada Tuhan kami akan kembali.

Ucapan mereka ini menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak peduli terhadap ancaman Fir‘aun kepada mereka. Meskipun Fir‘aun akan membunuh mereka, maka hal itu akan memberikan kemungkinan bagi mereka untuk segera bertemu dengan Tuhan, serta mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya yang sangat mereka dambakan. Mereka yakin, Fir‘aun dan mereka semua akan kembali kepada Tuhan. Andaikan Fir‘aun membunuh mereka, Fir‘aun tidak akan hidup selama-lamanya di dunia ini. Dia akhirnya akan kembali kepada Tuhan Semesta alam, sehingga Tuhan akan mengadili mereka dan Fir‘aun.

Dengan pengertian yang terakhir ini, dapat dipahami, bahwa ucapan mereka mengandung sindiran yang tajam, bahwa Fir‘aun bukan Tuhan seperti yang diakuinya selama ini; bahkan dibalik kekuasaannya, ada kekuasaan yang lebih tinggi. Dan mereka lebih mengutamakan rahmat dan rida Allah dari pada memuaskan hawa nafsu keduniawian di samping Fir‘aun dan para pembesarnya.

Di dalam kisah yang terdapat dalam Surah asy-Syu’arā, Allah menyebutkan ucapan para pesihir tersebut sebagai berikut:

قَالُوْا لَا ضَيْرَ ۖاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ ۚ ٥٠ اِنَّا نَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطٰيٰنَآ اَنْ كُنَّآ اَوَّلَ الْمُؤْمِنِيْن َ ۗ ࣖ ٥١

Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami. Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang-orang yang pertama-tama beriman.” (asy-Syu’arā/26: 50-51).

Isi Kandungan Kosakata

Makar مَكْرٌ (al-A‘rāf/7: 123)

Artinya tipu, tipu muslihat, licik, rencana, dengan makna dalam fi`il, kata kerja مَكَرَ يَمْكُرُ dalam arti negatif, merencanakan kejahatan kepada pihak lain dengan sembunyi-sembunyi. Kata مكرdalam Al-Qur’an lebih banyak dalam makna “penipuan orang-orang kafir kepada para rasul, …seperti tipu muslihat saudara-saudara Yusuf yang memasukkan Yusuf ke dalam sumur atau penipuan orang Yahudi kepada Isa `alaihissalām, dan lain-lain. Dalam arti yang positif, pembalasan Allah terhadap mereka yang melakukan tipu daya, “…mereka membuat tipu daya, maka Allah pun membalas dengan tipu daya…” (Āli ‘Imrān/3: 54).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto