قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ
Qāla fahbiṭ minhā famā yakūnu laka an tatakabbara fīhā fakhruj innaka minaṣ-ṣāgirīn(a).
Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”
Ucapan Iblis ini merupakan cerminan keangkuhan dan kesombongannya. Menanggapi kedurhakaan dan sikap Iblis, Allah langsung menyuruhnya keluar dari surga. Allah berfirman, “Maka karena kesombongan dan pembangkanganmu, turunlah kamu darinya, yakni dari dalam surga, karena apa pun alasanmu kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah kamu dari surga ini, karena sesung-guhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”
Setelah Allah melihat tingkah laku Iblis yang menyombongkan diri, karena menganggap bahwa dia lebih mulia dari Adam a.s. yang menyebabkan dia durhaka dan membangkang dan tidak taat pada perintah-Nya, maka ia diperintahkan oleh Allah agar turun dari surga, tempat dia berada waktu itu, karena tempat itu adalah diperuntukkan bagi hamba-Nya yang ikhlas dan rendah hati dan bukanlah tempat untuk memperlihatkan keangkuhan dan kesombongan. Kemudian disusul dengan perintah agar dia keluar dari tempat itu, karena dia telah termasuk makhluk yang hina tidak sesuai dengan tempat yang mulia dan terhormat itu.
1. Agwaitanī اَغْوَيْتَنِى (al-A‘rāf/7: 16)
Akar katanya ( غ- و- ى ) artinya berkisar antara dua hal. Pertama, Sesat sebagai lawan dari kebenaran (rusyd) atau menggelapkan sesuatu. Kedua, kerusakan pada sesuatu. Arti pertama terambil dari kata gayayah yang artinya debu atau kegelapan yang meliputi satu benda. Seorang yang tersesat seakan terkena debu sehingga dia tidak bisa melihat jalan yang benar.
2. Maż’ūman Madḥūran مَذْؤُمًا مَدْحُوْرًا (al-A‘rāf/7: 18)
Maż’ūm, isim maf’ūl, artinya terhina. Akar katanya ( ذ- أ- م ) yang artinya berkisar antara ketidaksenangan (karāhah) dan tercela (aib). Ungkapan żamtuhu artinya aku menghinakannya. Madḥūran akar katanya (د- ح- ر) artinya berkisar antara menjauhkan dan mengusir.












































