Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 25 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 25 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 153 •  Quarter Hizb 16 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

قَالَ فِيْهَا تَحْيَوْنَ وَفِيْهَا تَمُوْتُوْنَ وَمِنْهَا تُخْرَجُوْنَ ࣖ

Qāla fīhā taḥyauna wa fīhā tamūtūna wa minhā tukhrajūn(a).

Dia (Allah) berfirman, “Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan).”

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 25
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah berfirman, “Di sana, yakni di bumi, kamu, wahai Adam dan ke-turunanmu, hidup, dan di sana pula kamu mati lalu dikuburkan, dan dari sana pula kamu akan dibangkitkan dari dalam kubur.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa di bumi inilah mereka akan hidup sepanjang umur yang telah ditakdirkan bagi mereka dan di bumi ini pula mereka akan mati apabila sampai ajal mereka, suatu ketentuan yang tidak dapat diubah lagi, tidak bisa dimajukan dan tidak bisa pula ditangguhkan sebagaimana firman Allah:

فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْ نَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْ نَ ٣٤

Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (al-A‘rāf/7: 34).

Juga firman-Nya:

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَا

Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. (al-Munāfiqūn/63: 11).

Selanjutnya di bumi ini pulalah mereka akan dibangkitkan dan ayat 25 ini sejalan dengan firman Allah:

مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى ٥٥

Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (Ṭāhā/20: 55).

Isi Kandungan Kosakata

1. Waswasa وَسْوَسَ(al-A‘rāf /7: 20)

Pada mulanya ungkapan ini digunakan untuk suara gesekan perhiasan. Kemudian digunakan untuk bisikan setan kepada manusia secara terus menerus.

2. Yakhṣifān يَخْصِفَانِ (al-A‘rāf/7: 22)

Muḍari’ dari khaṣafa. Akar kata yang terdiri dari huruf-huruf (خ- ص- ف) mempunyai arti berkumpulnya sesuatu pada sesuatu yang lain. Dari arti ini kemudian muncul arti menempelkan sesuatu kepada sesuatu. Perbuatan menambal terompah disebut dengan khaṣf an-na’l karena dia telah meletakkan atau menempelkan sepotong kulit pada terompah yang ditambal. Kata yakhshifān pada ayat di atas menggambarkan bahwa keduanya (Nabi Adam dan Siti Hawa) menempelkan daun-daun yang ada di surga, satu sama lain dengan maksud menutupi aurat mereka, ketika setan berhasil menipu mereka untuk makan buah larangan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto