Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 156 - Surat Al-Baqarah (Sapi)
البقرة
Ayat 156 / 286 •  Surat 2 / 114 •  Halaman 24 •  Quarter Hizb 3 •  Juz 2 •  Manzil 1 • Madaniyah

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

Allażīna iżā aṣābathum muṣībah(tun), qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn(a).

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 156
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan Kami pasti akan menguji kamu untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka berkata demikian untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah; pun menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar memberitahukan ciri-ciri orang-orang yang mendapat kabar gembira yaitu orang yang sabar, apabila mereka ditimpa sesuatu musibah mereka mengucapkan: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn [29] (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Isi Kandungan Kosakata

aṣ-ṣabrاَلصَّبْ (al-Baqarah/2: 153)

ṣabr secara umum berarti “sabar” dan “tabah”, yakni ketenangan jiwa di saat menanggung suatu penderitaan, baik penderitaan itu datang pada saat menemukan sesuatu yang tidak diinginkan atau di kala kehilangan sesuatu yang amat dicintai. Imam al-Ghazali menyatakan, bahwa ṣabr adalah suatu kondisi mental dalam mengendalikan nafsu yang tumbuhnya atas dorongan ajaran agama. Karena ia merupakan kondisi mental dalam mengendalikan diri, maka sabar merupakan salah satu maqam (tingkatan) yang harus dijalani oleh sufi dalam mendekatkan diri kepada Allah. Digandengkannya kata ṣabr dengan kata salat dalam ayat 153 di atas, karena ṣabr merupakan pekerjaan kejiwaan yang paling berat, sedangkan salat merupakan perbuatan lahiriah yang paling sulit. Sehingga dalam ayat tersebut digambarkan bahwa pelaksanaan salat merupakan pekerjaan yang berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto