Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 274 - Surat Al-Baqarah (Sapi)
البقرة
Ayat 274 / 286 •  Surat 2 / 114 •  Halaman 46 •  Quarter Hizb 5.5 •  Juz 3 •  Manzil 1 • Madaniyah

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Allażīna yunfiqūna amwālahum bil-laili wan-nahāri sirraw wa ‘alāniyatan falahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn(a).

Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 274
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang-orang yang menginfakkan hartanya dalam berbagai situasi dan kondisi, di malam dan siang hari, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, banyak atau sedikit, mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhannya selama mereka mengeluarkannya secara ikhlas dan dengan cara-cara yang baik. Tidak ada kekhawatiran atas mereka bahwa nanti mereka akan mendapat siksa, sebab mereka aman dari siksa karena amal saleh yang mereka persembahkan, dan mereka tidak pula bersedih hati, risau dan gelisah, sebab hati mereka selalu dalam keadaan tenang.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini merupakan ayat yang terakhir dalam rangkaian ayat yang membicarakan masalah infak dalam surah al-Baqarah. Dalam ayat ini, Allah menegaskan keuntungan yang akan didapat orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, baik pada siang hari maupun pada waktu malam, yang diberikan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Mereka pasti akan memperoleh pahala di sisi Tuhan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Karena di dunia mereka dikasihi oleh masyarakat, terutama oleh fakir miskin dan siapa saja yang pernah menerima sedekah darinya, sedang di akhirat kelak mereka akan menerima pahala yang berlipat ganda dari sisi Allah.

Mereka pun tidak merasa sedih atas harta yang dinafkahkannya, karena mereka yakin akan memperoleh ganti yang lebih besar dari Allah, baik berupa tambahan rezeki dan kelapangan hidup di dunia, maupun berupa rida Allah dan karunia-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

At-Ta‘affuf اَلتَّعَفُّفْ (al-Baqarah/2: 273)

Ta‘affuf atau ‘iffah menurut harfiah berarti situasi kejiwaan yang mempu mencegah dan bertahan dari godaan hawa nafsu. Asal katanya adalah ‘affa-ya‘iffu, artinya membatasi diri untuk makan/memperoleh sesuatu sedikit saja. Menurut syara‘ adalah menahan diri dari perkara haram dan meminta-minta kepada manusia. ‘Iffah atau menjaga kesucian disyariatkan kepada orang yang belum mampu menikah sebab belum mampu menyediakan mahar dan nafkah, dengan jalan puasa dan lain-lain (an-Nūr/24: 33). Dalam ayat ini digambarkan keadaan orang-orang fakir yang berhak memperoleh infak dan sedekah, meskipun mereka tidak meminta karena ‘iffah mereka sehingga kita menyangka mereka itu orang kaya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto