Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 131 - Surat Al-Baqarah (Sapi)
البقرة
Ayat 131 / 286 •  Surat 2 / 114 •  Halaman 20 •  Quarter Hizb 2.75 •  Juz 1 •  Manzil 1 • Madaniyah

اِذْ قَالَ لَهٗ رَبُّهٗٓ اَسْلِمْۙ قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Iż qāla lahū rabbuhū aslim, qāla aslamtu lirabbil-‘ālamīn(a).

(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 131
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kalau pada ayat 130 diuraikan kedudukan Nabi Ibrahim di dunia maupun di akhirat, maka pada ayat ini diuraikan faktor yang membawa beliau ke kedudukan tersebut. Ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika Tuhan Pemelihara Nabi Ibrahim berfirman kepadanya, Ibrahim, “Berserahdirilah!” Dia segera menjawab, “Aku tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kepada Ibrahim diperintahkan agar berserah diri, mengakui keesaan Allah dan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya saja. Yang dimaksud dengan "berserah diri" di sini ialah tunduk dan patuh kepada agama Allah, agama yang sesuai dengan akal pikiran yang disertai dengan dalil-dalil atau bukti-bukti yang nyata. Agama tersebut akan dilanjutkan penyampaiannya oleh rasul-rasul yang datang kemudian, termasuk Nabi Muhammad saw.

Karena itu Ibrahim a.s. langsung menjawab perintah Allah tanpa menanyakan sesuatu pun, “Aku tunduk dan patuh kepada Tuhan seluruh alam”. Maksudnya ialah, “Aku murnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah saja. Aku hadapkan wajahku kepada-Nya. Ibadahku, hidupku dan matiku untuk Tuhan seluruh alam.”

اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْن َۚ ٧٩ (الانعام)

Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang musyrik. (al-An‘ām/6: 79)

Isi Kandungan Kosakata

Iṣṭafaināh اِصْطَفَيْنٰهُ (al-Baqarah/2: 130)

Secara etimologis, iṣṭafaināh berarti “aku memilihnya.” Akar katanya adalah ṣafā’ artinya bersih, bening, tidak tercampur dengan sesuatu. Iṣṭafa berarti mengambil yang terbersih dari sesuatu. Dalam ayat ini yang dimaksud adalah Allah menjadikan Ibrahim sebagai imam, rasul, banyak keturunannya yang menjadi nabi, dan memberinya gelar khalīlullāh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto