اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ
Innal-lażīna kafarū min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā'ika hum syarrul-bariyyah(ti).
Sesungguhnya orang-orang yang kufur dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke neraka Jahanam dengan bermacam siksa pedih di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk keluar, bahkan untuk sekadar sejenak lepas dari siksa. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk. Allah telah mem-beri mereka peringatan, tetapi mereka enggan mengindahkannya. Dia tidak akan menyiksa seseorang kecuali setelah memberinya peringatan.
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang musyrik telah mengotori jiwanya dengan syirik dan maksiat-maksiat serta mengingkari kebenaran nyata kenabian Muhammad saw. Mereka akan disiksa Allah dengan siksaan yang tidak memungkinkan mereka untuk melepaskan diri darinya untuk selama-lamanya, yaitu api neraka yang menyala-nyala. Siksaan itu sebagai balasan atas perbuatan mereka. Mereka itu tergolong makhluk yang paling buruk.
Dīnul-Qayyimah دِيْنُ الْقَيِّمَة (al-Bayyinah/98: 5)
Kata dīn berarti agama, yang terambil dari kata dāna-yadīnu-dīnan, yang berarti patuh, rendah, dan tunduk. Orang yang beragama patuh dan tunduk terhadap ajaran agamanya serta merasa rendah dihadapan Tuhannya.
Kata al-qayyimah terambil dari kata qāma-yaqūmu-qauman, qaumatan, qiyāman, qāmatan, yang berarti berdiri tegak lurus. Kata tersebut digunakan dalam berbagai makna, namun kesimpulan maknanya adalah sempurna dan memenuhi semua kriteria yang diperlukan.
Dengan demikian, maka makna dīnul-qayyimah adalah agama yang sangat lurus dan sangat sempurna. Kata ini hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah al-Bayyinah ayat 5. Sedangkan kata yang seakar dengannya yaitu ad-dīnul-qayyim disebutkan 3 kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah at-Taubah/9: 36, ar-Rūm/30: 30 dan 43.

