Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat Al-Fatḥ (Kemenangan)
الفتح
Ayat 17 / 29 •  Surat 48 / 114 •  Halaman 513 •  Quarter Hizb 51.75 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

لَيْسَ عَلَى الْاَعْمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْاَعْرَجِ حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْمَرِيْضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا اَلِيْمًا ࣖ

Laisa ‘alal-a‘mā ḥarajuw wa lā ‘alal-a‘raji ḥarajuw wa lā ‘alal-marīḍi ḥaraj(uw), wa may yuṭi‘illāha wa rasūlahū yudkhilhu jannātin tajrī min taḥtihal-anhār(u), wa may yatawalla yu‘ażżibhu ‘ażāban alīmā(n).

Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta, orang-orang yang pincang, dan orang-orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dia akan dimasukkan oleh-Nya ke dalam surga yang mengalir bawahnya sungai-sungai. Akan tetapi, siapa yang berpaling, dia akan diazab oleh-Nya dengan azab yang pedih.

Makna Surat Al-Fath Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta apabila mereka tidak memenuhi ajakan itu, demikian juga atas orang-orang yang pincang, yakni cacat, dan atas orang-orang yang sakit apa pun jenis penyakitnya, apabila tidak ikut berperang. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling mengabaikan perintah dan larangan-Nya Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbās bahwa pada waktu ayat yang mengancam orang-orang yang tidak mau ikut berjihad bersama Rasulullah turun, maka orang-orang yang lumpuh berkata, “Bagaimana dengan kami, wahai Rasulullah?” Sebagai jawabannya turunlah ayat ini.

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa alasan-alasan yang dibolehkan bagi seseorang untuk tidak ikut berperang adalah karena buta, pincang, cacat jasmani, atau sakit. Muqātil berkata, “Nabi saw membenarkan alasan orang-orang yang sakit untuk tidak ikut bersama Rasulullah ke Hudaibiyyah dengan alasan ayat ini.”

Kemudian Allah memberikan dorongan dan semangat kepada orang-orang beriman bahwa barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, serta memenuhi panggilan jihad di jalan-Nya, akan diberi balasan berupa surga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya orang-orang yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mau ikut berjihad bersama kaum Muslimin yang lain, Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih.

Isi Kandungan Kosakata

Yubaddilū يُبَدِّلُوْا (al-Fatḥ/48: 15)

Kata yubaddilū dalam ayat ini, atau tegasnya an yubaddilū, merupakan fi‘il muḍāri‘ dari baddala-yubaddilu-tabdīl(an ), yang artinya “mengganti” atau “mengubah” sesuatu yang telah disepakati. Inti perubahan pada lazimnya terletak pada tidak ditepatinya apa yang telah disepakati dalam sebuah perjanjian. Dalam ayat ini, perjanjian yang dimaksud disebut dengan istilah kalām Allah yang dalam qiraat Hamzah dan al-Kisa'i dibaca kalimallāh. Kalām Allah di sini maksudnya adalah perjanjian Allah tentang ganimah Perang Khaibar yang ditujukan khusus kepada kaum Muslim yang turut dalam Perjanjian Hudaibiyyah. Demikian menurut Ibnu ‘Abbās. Menurut pengertian lain, yang dimaksud adalah perjanjian Allah kepada Nabi Muhammad supaya ia tidak lagi mau berangkat dengan orang-orang munafik dalam peperangan-peperangan selanjutnya. Hal itu merupakan hukuman yang diberikan kepada kaum munafik, bahwa untuk seterusnya mereka tidak diperbolehkan lagi ikut serta dalam pasukan kaum Muslimin yang bertempur melawan musuh, karena mereka cenderung atau selalu mengubah janji setia kepada Allah dan rasul-Nya ke arah yang lain, tidak setia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto