Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 24 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 335 •  Quarter Hizb 34.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

وَهُدُوْٓا اِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِۚ وَهُدُوْٓا اِلٰى صِرَاطِ الْحَمِيْدِ

Wa hudū ilaṭ-ṭayyibi minal-qaul(i), wa hudū ilā ṣirāṭil-ḥamīd(i).

Mereka diberi petunjuk pada ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) ke jalan (Allah) Yang Maha Terpuji.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan mereka, para penghuni surge diberi petunjuk dan bimbingan kepada ucapan-ucapan yang baik dan santun, serta diberi petunjuk dan bimbingan pula kepada jalan Allah yang Maha Terpuji, berjumpa dan melihat-Nya, karena selama di dunia berakhlak mulia dan berhati bersih.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan berbagai kenikmatan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang membersihkan diri dan hatinya serta selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Berbagai kenikmatan yang akan diterima ialah:

1. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.

2. Mereka diberi perhiasan yang indah, seperti gelang-gelang dari emas, mahkota yang bertahtakan permata dan mutiara yang indah.

3. Bagi mereka disediakan pakaian sutera yang indah.

4. Mereka diberi petunjuk dan pelajaran, sehingga mereka mengucapkan perkataan yang sopan dan sedap didengar, mengerjakan perbuatan yang menyenangkan hati orang, dapat bergaul dengan baik dengan penduduk surga yang lain, hidup bersaudara, dan saling kasih mengasihi.

Sebagaimana keterangan Allah tentang azab di atas, maka gambaran kenikmatan dan kesenangan yang digambarkan pada ayat ini, sebagai pahala yang akan diterima orang-orang yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti adalah sama dengan kenikmatan dan kesenangan yang selalu diimpikan oleh manusia selama mereka hidup di dunia. Pada umumnya manusia waktu hidup di dunia menginginkan kekayaan yang berlimpah-ruah, mempunyai kedudukan yang terhormat dan kekuasaan yang tidak terbatas, mempunyai istri-istri yang cantik dan perkakas rumah tangga yang serba mewah.

Sekalipun Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat-Nya hal-hal yang demikian itu, namun masalah surga dan neraka itu termasuk hal yang gaib bagi manusia, hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikat yang sebenarnya, tetapi kaum Muslimin wajib percaya bahwa surga dan neraka itu pasti ada. Gambaran yang diberikan Allah itu, merupakan sebagian dari kesenangan yang dijanjikan itu. Kesenangan yang sebenarnya lebih dari gambaran itu karena bagi manusia sendiri tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai perbandingan. Yang jelas ialah bahwa orang-orang yang beriman akan mengalami kesenangan dan kenikmatan yang tiada taranya, belum pernah dirasakan selama hidup di dunia, semua menyenangkan hati, perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran dan sebagainya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṡiyāb min Nār ثِيَابٌ مِنْ نَارِ (al-Ḥajj/22: 19)

Kata ṡiyāb adalah jamak dari kata ṡaub yang berarti pakaian. Kata nār berarti api. Secara harfiah, lafal di atas berarti “pakaian dari api.” Ini merupakan gambaran yang mengandung unsur balagah yang sangat tinggi mengenai kondisi orang-orang kafir di dalam neraka. Ada dua pendapat ulama mengenai makna lafal ini. Pendapat pertama mengatakan bahwa lafal ṡiyāb adalah kalimat tasybih (penyerupaan) yang menggambarkan bahwa api yang membakar mereka tidak pernah lepas dari tubuh mereka, sehingga seolah-olah api itu seperti pakaian yang melekat di tubuh mereka. Pendapat kedua memahami kata nār (api) secara tasybih, sehingga maksudnya adalah bahwa penghuni neraka itu diberi pakaian dari tembaga yang telah dilumerkan dan panas sedemikian rupa sehingga seolah-olah pakaian yang panas itu adalah api itu sendiri. Pendapat ini sesuai dengan riwayat dari Sa’id.

2. Ṣirāṭil-Ḥamīd صِرَاطِ الْحَمِيْدِ (al-Ḥajj/22: 19)

Kata ṣirāṭ berarti jalan. Ia juga berarti jembatan yang berada di atas neraka Jahanam. Kata ḥamīd mengikuti pola mubalagah (melebih-lebihkan) dari kata mahmud (yang dipuji) yang berarti Maha Terpuji. Maksud dari lafal ini adalah Allah memberi mereka petunjuk di dunia kepada jalan Tuhan Yang Maha Terpuji, dan jalan-Nya adalah agama Islam yang Allah perintahkan mereka untuk menitinya. Ulama lain berpendapat bahwa maksud dari lafal ini adalah mereka diberi petunjuk ke tempat (surga) dimana mereka memuji Tuhan mereka atas apa-apa yang dikaruniakan kepada mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto