Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 94 - Surat Al-Ḥijr (Hijr)
الحجر
Ayat 94 / 99 •  Surat 15 / 114 •  Halaman 267 •  Quarter Hizb 27.25 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ

Faṣda‘ bimā tu'maru wa a‘riḍ ‘anil-musyrikīn(a).

Maka, sampaikanlah (Nabi Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.

Makna Surat Al-Hijr Ayat 94
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Muhammad, jangan kaupedulikan sikap dan tindakan kaum kafir itu terhadap Al-Qur’an. Maka sampaikanlah saja kepada mereka secara terang-terangan dan sungguh-sungguh segala apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik. Jangan kauhiraukan gangguan mereka dan teruslah berdakwah menyampaikan pesan-pesan Allah karena Dia akan selalu melindungimu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyiarkan agama Islam dengan terang-terangan, tidak lagi dengan sembunyi-sembunyi, menantang orang-orang musyrik, tidak mempedulikan mereka dan apa yang mereka katakan, dan tidak takut kepada mereka yang menghalanginya dalam menyiarkan agama Allah, karena Allah melindunginya dari gangguan mereka.

Sebagian ahli tafsir menafsirkan “Berpalinglah dari orang-orang musyrik” maksudnya adalah janganlah mempedulikan segala macam tindak-tanduk orang-orang musyrik yang telah mendustakan, memperolok-olok, dan menentang kamu. Janganlah tindakan mereka itu menghalangimu menyiarkan agama Allah, karena Allah memelihara kamu dari gangguan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

‘Iḍīn عِضِيْنَ (al-Ḥijr/15: 91)

Jamak dari ‘iḍah عضه yang berarti potongan atau bagian dari sesuatu. Asal katanya ‘iḍwun, untuk meringankan lidah dalam penyebutannya huruf waw diganti hā’, sehingga dibaca ‘iḍah. Kata ‘iḍīn hanya sekali disebut dalam Al-Qur’an, yaitu dalam ayat 91 Surah al-Ḥijr ini.

Yang dimaksud dengan ‘iḍīn dalam ayat ini adalah orang-orang yang menjadikan isi Al-Qur’an terbagi-bagi. Sebagian dari isi Al-Qur’an yang sesuai dengan keinginan mereka, mereka percayai, seperti berita-berita tentang syariat Nabi Musa dan Nabi Isa. Sebagian dari isi Al-Qur’an yang tidak mereka sukai, mereka ingkari. Bahkan mereka katakan bahwa Al-Qur’an itu mitos, mantra dukun dan perkataan penyair.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto