وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ
Wa innahā labisabīlim muqīm(in).
Sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).402)
Dan Allah pun menegaskan bahwa se-sungguh-nya kota itu, yakni Sodom dan Gomorah yang terletak di sebelah timur Laut Mati dan menjadi tempat tinggal kaum Nabi Lut, benar-benar terletak di jalan yang masih tetap dapat dilalui manusia, pun dapat disaksikan bekas-bekas kehancurannya.
Allah swt menerangkan bahwa negeri kaum Luṭ yang telah dihancurkan itu terletak pada jalan-jalan yang biasa dilalui manusia. Reruntuhannya dapat dilihat sampai saat ini oleh orang-orang yang mengadakan perjalanan dari Medinah ke Syam. Hal ini ditegaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya yang lain:
وَاِنَّكُم لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ ١٣٧ وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ ١٣٨
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti? (aṣ-Ṣaffāt/37: 137-138)
Orang-orang Arab Mekah biasanya mengadakan perdagangan ke Syam. Mereka berangkat dalam kafilah. Dalam perjalanan mereka pulang balik dari Mekah ke Syam itu, mereka melalui negeri kaum Luṭ dan dapat menyaksikan bekas-bekasnya.
Lūṭ لُوْط (al-Ḥijr/15: 61)
Pada garis besarnya kisah Nabi Luṭ dalam Al-Qur’an hampir sama seperti yang diceritakan dalam Bibel, tanpa menyebut nama-nama orang atau tempat dengan terinci, dan beberapa peristiwa lain.
Luṭ dalam ejaan Bibel adalah Lot. Lot anak Haran dan cucu Terah lahir di Ur, Kaldea; dia adalah kemenakan Abram (Ibrahim) (Kej. 11: 27, 31). Ia menemani pamannya dalam bermigrasi dari Haran (Harran) ke Kanaan, kemudian ke Mesir. Setelah keluar meninggalkan Mesir bersama Sarah, istrinya, dan Lot, dengan membawa kekayaan yang tidak sedikit, Abraham kembali ke perkemahannya yang dulu di dekat Betel dan Ai, melalui selatan Palestina. Kekayaan mereka, terutama ternak yang bertambah besar menyebabkan kedua kerabat itu terpisah, sebab padang rumput di daerah itu tidak akan mencukupi dan terasa sempit sekali. Lot lalu memilih daerah subur di kawasan Yordania. Di distrik inilah terletak Sodom dan Gomorah, sebelah timur Laut Mati. Watak Lot yang dilukiskan keras dan menyukai kemewahan sangat berlawanan dengan watak Abraham yang lembut. Akhir hayat Lot tidak jelas. Sebelum itu, Abraham sudah menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron .
Seperti disebutkan di atas, Al-Qur’an sedikit sekali menyebut nama orang atau tempat. Tidak seorang pun nama anggota keluarga Rasulullah atau sahabat dekatnya yang disebutkan selain Zaid. Nama Luṭ dalam Al-Qur’an disebutkan dalam 27 ayat, tanpa menyebut nama, tempat, dan pelaku, selain Luṭ sendiri dan Ibrahim. Dimulai dengan menyebutkan bahwa Allah telah memberi kearifan dan ilmu kepada Luṭ dan dimasukkan-Nya ke dalam rahmat-Nya, karena dia termasuk hamba-Nya yang saleh (al-Anbiyā’/21: 74-75). Perlu diperhatikan, bahwa Nabi Luṭ tidak termasuk kaum Sodom dan Gomorah. Oleh karena itu, dalam Qur’an Luṭ tidak disebut akhāhum seperti pada Hud, Saleh dan Syu‘aib, dengan menyebut untuk kaum ‘Ad “akhāhum Hūdan”, kaum Ṡamud “akhāhum Ṣāliḥan”, dan kaum Madyan “akhāhum Syu`aiban”. Luṭ sudah beriman kepada Ibrahim dan mengikuti ajaran dan perjuangannya. Ia tinggal di tempat itu setelah berpisah dengan pamannya, Ibrahim. Ia kemudian diutus Tuhan kepada penduduk tempat itu untuk menyampaikan pesan suci. Tetapi ia menganggap kaumnya itu seperti saudara-saudaranya sendiri (Qāf/50: 13) seperti yang selalu dilakukan para nabi.




































