Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 126 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 126 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 66 •  Quarter Hizb 7.25 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى لَكُمْ وَلِتَطْمَىِٕنَّ قُلُوْبُكُمْ بِهٖ ۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِۙ

Wa mā ja‘alahullāhu illā busyrā lakum wa litaṭma'inna qulūbukum bih(ī), wa man-naṣru illā min ‘indillāhil-‘azīzil-ḥakīm(i).

Allah tidak menjadikannya (pertolongan itu) kecuali hanya sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)-mu dan agar hatimu tenang karenanya. Tidak ada kemenangan selain dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 126
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Allah tidak menjadikannya, yakni pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun, Mahabijaksana dalam setiap anugerah-Nya, baik berupa kemenangan maupun kekalahan. Ayat ini menegaskan bahwa kemenangan itu datang dari Allah dan atas kehendak-Nya, dengan perantaraan malaikat yang diturunkan Allah untuk membantu mereka. Bantuan akan diberikan jika manusia bertakwa kepada Allah dan bersabar dalam ketakwaan tersebut.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Apa pun yang terjadi sebenarnya kemenangan itu hanyalah datang dari Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana. Jadi kalau kaum Muslimin benar-benar mengamalkan petunjuk Allah dan rasul-Nya dan benar-benar percaya dan yakin akan mendapat kemenangan dan tetap bersifat sabar dan takwa dengan penuh tawakal tentulah Allah akan memberikan kemenangan kepada mereka.

Tetapi pada perang Uhud, tidak terdapat kebulatan tekad dan tidak terdapat kepatuhan kepada perintah, kecuali pada permulaan pertempuran. Hal ini terbukti dengan timbulnya keragu-raguan dalam hati dua golongan kaum Muslimin dan turunnya pasukan pemanah yang diperintahkan agar tidak meninggalkan tempat mereka. Inilah sebabnya mengapa kaum Muslimin sangat terpukul dalam Perang Uhud.

Isi Kandungan Kosakata

Yumiddukum يُمِدُّكُمْ (Āli ‘Imrān/3:124)

Amadda-yum iddu adalah bentuk muta‘addi (transitif) dari madda-yamuddu yang berarti “memanjangkan” dan “merentangkan”. Kata ini dalam berbagai bentuknya disebutkan 32 kali. Kata madad berarti “pertolongan”. Kata yumiddu di dalam Al-Qur’an menunjukkan arti “menolong”, sebagaimana di dalam Surah Āli ‘Imrān/3:124 dan 125. Sedangkan kata madda-yamuddu berarti “membantu” sebagaimana di dalam surah al-A‘rāf/7:202; berarti “membentangkan” (ar-Ra‘d/13:3); berarti “memanjangkan” (Maryam/19:75); berarti “menambah” ( Luqmān/31:27). Al-Qur’an banyak menggunakan kata yumiddu dalam bentuk ruba’i dalam hal-hal yang positif (aṭ-Ṭūr/52:22), sementara dalam bentuk ṡulaṡi (yamuddu) untuk hal-hal yang negatif (al-Baqarah/2: 15)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto