Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 192 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 192 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 75 •  Quarter Hizb 8.25 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

رَبَّنَآ اِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ اَخْزَيْتَهٗ ۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ

Rabbanā innaka man tudkhilin-nāra faqad akhzaitah(ū), wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār(in).

Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka Engkau benar-benar telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 192
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka berdoa kepada Allah Sang Pencipta yang menghidupkan dan mematikan. Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka karena menyekutukan-Mu dan akibat keangkuhannya, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya dengan menimpakan azab yang pedih, dan tidak ada seorang penolong pun yang dapat memberikan pertolongan bagi orang yang zalim. Karena orang-orang zalim pantas mendapatkan murka dan siksaan dari Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ya Allah, Ya Tuhan kami, kami mohon dengan penuh khusyuk dan rendah hati, agar kami ini benar-benar dijauhkan dari api neraka, api yang akan membakar hangus orang-orang yang angkuh dan sombong di dunia ini, yang tidak mau menerima yang hak dan benar yang datang dari Engkau Pencipta seluruh alam. Kami tahu bahwa orang-orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, adalah orang-orang yang sungguh-sungguh telah Engkau hinakan karena kezaliman dan kekafiran yang telah mereka lakukan di dunia ini. Mereka terus-menerus merasakan siksa neraka itu, karena tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim dan kafir itu seorang penolong pun, yang dapat mengeluarkan mereka dari kepedihan siksa yang dialaminya.

Isi Kandungan Kosakata

Ulul-Albāb اُولُو اْلاَلْبَابِ (Āli ‘Imrān/3: 190)

Istilah ulul-albāb terdiri dari dua kata, yaitu ulū dan al-albāb. Yang pertama merupakan bentuk jamak yang bermakna żawū (mereka yang mempunyai). Sedang yang kedua (al-albāb) merupakan bentuk jamak dari lub, yang artinya “inti sari” atau “saripati sesuatu”. Kacang misalnya, benda ini memiliki kulit yang menutupi isinya. Isi kacang yang diselubungi kulit itu disebut dengan lub. Ulul-albāb secara harfiyah bermakna “orang-orang yang mempunyai saripati istimewa dalam dirinya”, yaitu orang-orang yang memiliki akal yang murni, yang tidak diselubungi kulit, atau ide-ide yang sering kali memunculkan kerancuan-kerancuan dalam penalaran atau pendapat yang dicetuskan. Orang yang mau menggunakan pikirannya untuk merenungkan atau menganalisis fenomena alam akan dapat sampai kepada bukti yang sangat nyata tentang keesaan dan kekuasaan Tuhan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto