Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 146 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 146 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 68 •  Quarter Hizb 7.5 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ

Wa ka'ayyim min nabiyyin qātal(a), ma‘ahū ribbiyyūna kaṡīr(un), famā wahanū limā aṣābahum fī sabīlillāhi wa mā ḍa‘ufū wa mastakānū, wallāhu yuḥibbuṣ-ṣābirīn(a).

Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(-nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah mencintai orang-orang yang sabar.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 146
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat ini masih berisi kritikan terhadap pasukan Islam yang tidak taat kepada perintah Rasulullah dalam Perang Uhud dengan memaparkan keadaan nabi dan umat terdahulu. Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikutnya yang bertakwa juga terluka dan terbunuh. Tetapi mereka, yakni para pengikut nabi tersebut, tidak menjadi lemah kondisi fisiknya karena bencana kekalahan yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak pula menyerah kepada musuh dengan meminta perlindungan kepada mereka. Dan Allah mencintai, serta memberi anugerah kepada orang-orang yang sabar dalam menjalankan kewajiban dan menghadapi musuh.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah kembali memberikan koreksi kepada sebagian pengikut Nabi Muhammad saw yang lemah dan tidak setia dalam Perang Uhud dengan mengemukakan keadaan umat nabi-nabi sebelumnya bahwa dalam jihad fisabilillah, semangat dan iman mereka tetap kuat, tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah di kala menderita bencana. Orang-orang semacam itulah yang dicintai Allah karena kesabarannya.

Isi Kandungan Kosakata

Ribbiyyūn رِبِّيُّوْنَ (Āli ‘Imrān/3: 146)

Ribbiyyūn jamak dari ribbī secara etimologi dinisbahkan kepada asal katanya atau masdar ar-rabb artinya orang-orang yang mengikuti syariat Allah, yang dimaksud dalam ayat ini adalah pengikut para rasul dan murid-murid para nabi. Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah sikap mereka yang tetap setia dan teguh beragama meskipun rasul dan nabi yang mereka ikuti mengalami bencana bahkan kematian.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto