Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 170 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 170 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 72 •  Quarter Hizb 7.75 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ

Fariḥīna bimā ātāhumullāhu min faḍlih(ī), wa yastabsyirūna bil-lażīna lam yalḥaqū bihim min khalfihim, allā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn(a).

Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka,135) yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 170
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka yang gugur sebagai syuhada bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya berupa kenikmatan surga, dan mereka bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang melanjutkan perjuangan, yang belum menyusul mereka sebagai syuhada. Mereka pun berharap agar kaum muslim yang masih hidup juga memperoleh kedudukan mulia di sisi Allah. Diberitakan bahwa tidak ada kekhawatiran pada mereka sedikit pun tentang huru-hara hari kiamat dan mereka tidak bersedih hati akibat dosa-dosa yang dahulu pernah mereka khawatirkan, sebab Allah telah mengampuni kesalahan mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Para syuhada Perang Uhud setelah menikmati karunia Tuhan, mereka berkata, “Mudah-mudahan teman-teman kami mengetahui kenikmatan ini.” Kemudian dijawab oleh Allah, “Akulah yang menyampaikan hal ini kepada mereka.” Para syuhada itu bergembira atas nikmat dan kemurahan yang telah diberikan Allah kepada mereka. Dan mereka berharap terhadap kawan-kawan mereka seperjuangan yang tidak gugur dalam perang fī sabīlillāh sekiranya mereka dapat pula memperoleh kemurahan dan nikmat Allah yang serupa dengan apa yang mereka peroleh. Bagi mereka ini tidak ada kekhawatiran dan kesusahan.

Isi Kandungan Kosakata

Yastabsyirūn يَسْتَبْشِرُوْ نَ (Āli ‘Imrān/3: 170)

Kata yastabsyirūn berasal dari kata kerja basyara-yabsyiru atau basyira-yabsyaru, yang artinya “senang” atau “menjadi gembira”. Dengan demikian yastabsyirūn maknanya adalah “mereka bergembira”. Pada mulanya akar kata dari kalimat ini (b-sy-r/ ب- ش- ر) yang artinya “munculnya sesuatu dengan baik dan mudah”. Kata yang berasal dari akar kata yang sama adalah al-basyrah artinya “kulit manusia”, sedangkan manusia disebut al-basyar. Al-bisyra artinya gembira atau bahagia, karena kegembiraan ini memancar pada kulit dan bersinar di wajah orang yang gembira sehingga kegembiraan disebut al-bisyarah, karena membuat wajah orang yang mendapat berita gembira, cerah berseri-seri dan menarik. Lawan bisyarah adalah niẓarah yaitu “kabar buruk” atau “peringatan” (Ibnu Faris). Dalam kaitan dengan ayat ini, yastabsyirūn menunjukkan pada perasaan yang ada pada para syuhada (pahlawan) yang telah gugur itu, yaitu kegembiraan yang berkaitan dengan teman-teman sejawat mereka yang akan menyusul. Artinya mereka mengetahui bahwa teman-teman mereka kelak akan pula menyusul menjadi pahlawan. Pada sisi lain, penjelasan ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai pengetahuan tentang keadaan teman-teman tersebut, sekaligus membuktikan bahwasanya ada kehidupan di alam barzakh yang merupakan persinggahan sementara, sambil menunggu kedatangan hari akhir, yang merupakan awal dari kehidupan akhirat. Kata ini kemudian terulang pada ayat berikutnya, dan ini menunjukkan adanya kegembiraan yang mereka nikmati. Selain itu, pengulangan ini juga merupakan isyarat bahwa kegembiraan itu mencakup diri mereka, teman-teman sejawat, dan siapa pun yang mukmin, walau selain mereka dan teman sejawat mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto