Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 184 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 184 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 74 •  Quarter Hizb 8 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

فَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ جَاۤءُوْ بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ

Fa in każżabūka faqad kużżiba rusulum min qablika jā'ū bil-bayyināti waz-zuburi wal-kitābil-munīr(i).

Maka, jika mereka mendustakanmu (Nabi Muhammad), sungguh rasul-rasul sebelummu pun telah didustakan. Mereka datang dengan (membawa) mukjizat-mukjizat yang nyata, zubur,142) dan Alkitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 184
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka jika mereka mendustakan dan menolak risalah engkau, wahai Nabi Muhammad, serta berpaling dari agama, maka ketahuilah bahwa rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustaka pula, mereka membawa mukjizat-mukjizat atau bukti-bukti yang nyata, Zubur kitab samawi yang berisi hikmah-hikmah yang terang serta nasihat-nasihat yang memikat, dan Kitab samawi lainnya; Taurat, Injil, dan Al-Qur’an, yang memberi penjelasan yang sempurna tentang hukum-hukum syariat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kalau mereka masih juga tetap mendustakan kamu, sekalipun kamu telah menunjukkan mukjizat-mukjizat yang nyata dan Kitab yang membimbing ke jalan yang benar, maka janganlah engkau gusar dan cemas atas kekerasan hati dan kekufuran mereka.

Hal yang seperti itu telah dialami pula oleh rasul-rasul sebelummu. Mereka telah diberi apa yang telah diberikan kepada kamu seperti mukjizat-mukjizat yang nyata. Allah telah mendatangkan Ṡuḥuf, yaitu lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum kamu yang isinya mengandung hikmah dan juga telah mendatangkan Kitab yang memberikan penjelasan yang sempurna, berisi hukum syariat seperti Taurat, Injil dan Zabur. Mereka tetap sabar dan tabah menghadapi perbuatan yang menyakitkan hati dari orang-orang yang mengingkari mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Sayuṭawwaqūn سَيُطَوَّقُوْن َ (Āli ‘Imrān/3: 180)

Sayuṭawwaqūn artinya “dikalungkan” terambil dari kata al-ṭawq yaitu sesuatu yang dikalungkan di leher baik itu berupa tali pengikat yang akan membatasi gerak atau berupa kalung rantai emas atau perak yang dikalungkan di leher sebagai perhiasan. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang yang kikir dan enggan menafkahkan hartanya, kelak harta itu akan mencekik leher mereka. Kata Sayuṭawwaqūn dalam ayat ini digunakan sebagai tasybih (penyerupaan) dari terbatasnya gerak dan tersiksanya binatang yang dikalungi tali. Tersiksanya orang-orang yang kikir dengan dosa kekikiran yang dikalungkan di leher mereka di akhirat kelak.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto