Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 62 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 62 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 288 •  Quarter Hizb 29.5 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَ اَرَاَيْتَكَ هٰذَا الَّذِيْ كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَىِٕنْ اَخَّرْتَنِ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَاَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهٗٓ اِلَّا قَلِيْلًا

Qāla ara'aitaka hāżal-lażī karramta ‘alayya la'in akhkhartani ilā yaumil-qiyāmati la'aḥtanikanna żurriyyatahū illā qalīlā(n).

Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku tentang orang ini yang lebih Engkau muliakan daripada aku. Sungguh, jika Engkau memberi tenggang waktu kepadaku sampai hari Kiamat, niscaya aku benar-benar akan menyesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”

Makna Surat Al-Isra' Ayat 62
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ia, yaitu Iblis, berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Terangkanlah mengapa Adam yang diciptakan dari tanah lebih Engkau muliakan daripadaku yang Engkau ciptakan dari api? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku untuk menggoda dan menyesatkan mereka sampai hari kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, sehingga mereka sesat dan durhaka kepada-Mu, kecuali sebagian kecil saja dari mereka, yaitu orang-orang yang mendapat perlindungan dari-Mu, maka aku tidak dapat menyesatkan mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian dijelaskan bahwa kelancangan dan pembangkangan Iblis terhadap perintah Allah ketika ia meminta agar Allah menerangkan kepada-nya, apa alasan yang menyebabkan dia harus sujud kepada Adam. Perminta-an Iblis itu diungkapkan dalam bentuk kalimat tanya dimaksudkan untuk menunjukkan sikapnya yang merasa heran mendengar perintah Allah agar sujud kepada Adam. Karena pengingkarannya ini, Iblis mendapat murka, dan menjadi jauh dari rahmat Allah.

Itulah sebabnya mengapa Iblis memohon kepada Allah agar menangguh-kan hukuman dan kematiannya sampai hari kiamat dan diberi kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan keturunan Adam, kecuali sebagian kecil saja dari keturunannya yang memang kuat imannya.

Allah swt berfirman:

اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌ اِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِيْنَ ٤٢ (الحجر)

Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat. (al-Ḥijr/15: 42)

Isi Kandungan Kosakata

La ‘aḥtanikanna لَأَحْتَنِكَنّ َ (al-Isrā’/17: 62)

Kata la ‘aḥtanikanna diambil dari kata al-iḥtināk dalam bentuk maṣdar, yaitu peletakan kendali di mulut kuda agar ia dapat ditunggangi dan diarahkan sesuai keinginan penunggang. Al-ḥanakah adalah kendali kuda atau lainnya. Kata tersebut di sini, digunakan sebagai perumpamaan tentang pengarahan Iblis terhadap anak cucu Adam, seakan-akan mereka adalah kuda-kuda yang ditunggangi Iblis dan dikendalikan serta diarahkan ke arah yang dikehendaki Iblis.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto