Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 28 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 28 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 285 •  Quarter Hizb 29.25 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا

Wa immā tu‘riḍanna ‘anhumubtigā'a raḥmatim mir rabbika tarjūhā faqul lahum qaulam maisūrā(n).

Jika (tidak mampu membantu sehingga) engkau (terpaksa) berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang lemah lembut.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 28
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kemudian kepada orang yang karena suatu keadaan tidak dapat memberi bantuan kepada orang yang memerlukan, ayat ini memberi tuntunan; dan jika engkau benar-benar berpaling dari mereka, tidak dapat memberikan bantuan kepada keluarga dekat, orang miskin atau orang yang sedang dalam perjalanan, bukan karena engkau enggan membantu tetapi karena keadaanmu pada waktu itu tidak memungkinkan memberi bantuan kepada mereka, dalam arti materi atau sebab-sebab lainnya, maka engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, sehingga suatu waktu engkau dapat membantu mereka jika keadaanmu memungkinkan. Dalam keadaan ini, baik, dan memberi harapan, bukan penolakan dengan kata-kata yang kasar.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini dijelaskan bagaimana sikap yang baik terhadap orang-orang yang sangat memerlukan pertolongan, sedangkan orang yang dimintai pertolongan itu tidak mempunyai kemampuan untuk menolong. Apabila hal itu terjadi pada seseorang, maka hendaklah ia mengatakan kepada orang itu dengan perkataan yang sopan dan lemah lembut. Jika ia mempunyai kesanggupan di waktu yang lain, maka hendaklah berjanji dengan janji yang bisa dilaksanakan dan memuaskan hati mereka.

Isi Kandungan Kosakata

al-Mubażżirīn اَلْمُبَذِّرِي ْنَ (al-Isrā’/17: 27)

Kata al-mubażżirīn adalah bentuk isim fā’il jama’ dari bażżara-yubażżiru-tabż ran yang artinya adalah hal berlebih-lebihan, membuang-buang harta, atau pemborosan. Kata tabżīr/pemborosan dipahami oleh ulama dalam arti pengeluaran yang bukan hak. Oleh karena itu, jika seseorang menafkahkan/ membelanjakan semua hartanya dalam kebaikan atau hak, maka ia bukanlah pemboros (al-mubażżirīn).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto