Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 45 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 45 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 286 •  Quarter Hizb 29.25 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُوْرًاۙ

Wa iżā qara'tal-qur'āna ja‘alnā bainaka wa bainal-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati ḥijābam mastūrā(n).

Apabila engkau (Nabi Muhammad) membaca Al-Qur’an, Kami adakan suatu tabir yang tertutup antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 45
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada ayat yang lalu Allah menyatakan bahwa kaum musyrik tidak memperoleh manfaat dari kehadiran Al-Qur’an walaupun telah berulang kali peringatan dijelaskan di dalamnya. Terkait dengan ini, Allah berfirman kepada Nabi, “Dan apabila engkau wahai Nabi Muhammad membaca Al-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi sekalian manusia, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup, yang menjadi penghalang bagi mereka di dalam memahami tuntunan Al-Qur’an.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt menjelaskan bahwa apabila Rasulullah saw membacakan Al-Qur’an kepada kaum musyrikin dengan maksud agar terbuka hati mereka untuk menerima kebenaran yang terkandung di dalamnya, maka Allah swt membuat dinding yang tidak tampak yang menutupi antara Rasulullah dan kaum musyrikin yang tidak beriman kepada hari akhirat.

Dinding yang menutupi dan tidak tampak itu ialah sesuatu yang menghalangi hati kaum musyrikin untuk memahami kandungan Al-Qur’an, sehingga tidak dapat mengambil manfaat dan petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya. Hal itu adalah sebagai akibat dari keingkaran mereka kepada hari kebangkitan dan hari pembalasan, serta akibat dari noda-noda kemusyrikan yang telah menyelubungi jiwa mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Hijāban Mastūran حِجَابًا مَسْتُوْرًا (al-Isrā’/17: 45)

Kata ḥijāb adalah bentuk maṣdar dari ḥajaba-yaḥjubu-ḥijāba n yang artinya menutupi. Oleh sebab itu, kata ḥijāb berarti penghalang. Dari sini, tirai dinamai ḥijāb, karena ia menghalangi tembusnya pandangan, atau menghalangi sesuatu menuju ke balik tirai itu.

Kata mastūran adalah bentuk isim maf’ūl dari: satara-yasturu-satran, yang artinya menutup. Sedangkan kata mastūran berarti yang tertutup. Kata mastūran pada ayat 45 Surah al-Isrā’ terletak setelah kata ḥijāban yang juga berarti tertutup.

Ulama berbeda pendapat tentang makna tersebut, ada yang memahami-nya dalam arti menutup, karena ḥijāb itu berfungsi menutup. Ada pula yang memahaminya dalam arti tertutup/tidak terlihat, yakni ḥijāb yang menjadi penghalang antara Al-Qur’an dan orang-orang yang tidak beriman.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto