Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 16 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 283 •  Quarter Hizb 29 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا

Wa iżā aradnā an nuhlika qaryatan amarnā mutrafīhā fa fasaqū fīhā fa ḥaqqa ‘alaihal-qaulu fa dammarnāhā tadmīrā(n).

Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah). Lalu, mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu sehingga pantaslah berlaku padanya perkataan (azab Kami). Maka, Kami hancurkan (negeri itu) sehancur-hancurnya.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, yang durhaka sesuai ketetapan kami, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu agar menaati Allah, tetapi mereka tidak mau menaati-Nya, bahkan mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu dengan melakukan penganiayaan dan pengrusakan, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan, yakni ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, sehingga mereka tidak dapat bangkit lagi.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa apabila Dia berkehendak untuk membinasakan suatu negeri, maka Allah swt memerintahkan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di negeri itu supaya menaati Allah. Maksudnya apabila suatu kaum telah melakukan kemaksiatan dan kejahatan secara merata, dan pantas dijatuhi siksaan, maka Allah swt karena keadilan-Nya, tidaklah segera menjatuhkan siksaan sebelum memberikan peringatan kepada para pemimpin mereka untuk menghentikan kemaksiatan dan kejahatan kaumnya dan segera kembali taat kepada ajaran Allah.

Akan tetapi, dari sejarah kita mengetahui bahwa orang-orang yang jauh dari hidayah Allah tidak mau mendengarkan peringatan itu, bahkan mereka menjadi pembangkang dan penentangnya. Allah lalu memusnahkan mereka dari muka bumi dengan berbagai azab, baik berupa bencana alam, maupun bencana-bencana lainnya. Itulah ketentuan Allah yang tak dapat dielakkan. Allah menghancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, sehingga tidak ada sedikit pun yang tersisa, baik rumah-rumah maupun harta kekayaan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Wāzirah وَازِرَةٌ (al-Isrā’/17: 15)

Kata wāzirah terambil dari kata wizr, yang mulanya berarti berat. Dari makna ini lahir makna baru yaitu dosa. Dosa dikatakan sebagai berat karena hal ini akan membebani manusia kelak di hari kemudian, atau di akhirat. Dari kata wāzirah juga muncul kata wazīr, yang artinya menteri. Jabatan ini dianggap berat karena menteri itu merupakan pejabat yang mengemban tugas berat dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dinilai berat karena si pejabat atau menteri (wazir) itu harus bertanggung jawab pada atasan yang telah menunjuknya dan juga kepada rakyat, serta yang terberat sebenarnya adalah bertanggung jawab pada diri sendiri dan kepada Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto