Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 32 - Surat Al-Jāṡiyah (Berlutut)
الجاثية
Ayat 32 / 37 •  Surat 45 / 114 •  Halaman 501 •  Quarter Hizb 50.75 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَاِذَا قِيْلَ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيْهَا قُلْتُمْ مَّا نَدْرِيْ مَا السَّاعَةُۙ اِنْ نَّظُنُّ اِلَّا ظَنًّا وَّمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِيْنَ

Wa iżā qīla inna wa‘dallāhi ḥaqquw was-sā‘atu lā raiba fīhā qultum mā nadrī mas-sā‘ah(tu), in naẓunnu illā ẓannaw wa mā naḥnu bimustaiqinīn(a).

Apabila dikatakan (kepadamu), “Sesungguhnya janji Allah itu hak dan hari Kiamat itu tidak ada keraguan tentangnya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga, dan kami tidak berupaya meyakininya.”

Makna Surat Al-Jasiyah Ayat 32
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan apabila di katakan kepadamu oleh siapa pun, “Sungguh, janji Allah Yang Mahakuasa itu adalah benar, dan hari Kiamat yang merupakan salah satu janji-Nya itu tidak di ragukan lagi adanya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, persoalan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang kami tidak mengerti, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja, pengetahuan kami tentang itu sangat terbatas dan kami tidak meyakininya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menjelaskan penyesalan orang-orang yang mengingkari terjadinya hari kebangkitan. Sewaktu masih di dunia, apabila disampaikan kepada mereka berita tentang terjadinya hari kebangkitan, mereka beranggapan bahwa berita hari kebangkitan itu adalah berita yang aneh dan mustahil. Bagi mereka mustahil membangkitkan orang yang telah mati yang tulang-tulangnya telah berserakan dan seluruh tubuhnya telah hancur menjadi tanah. Tetapi nanti setelah mereka menghadapi kenyataan dan berhadapan dengan siksa yang sangat mengerikan, barulah mereka menyesali sikap dan perbuatan mereka dahulu yang semata-mata didasarkan atas dugaan dan prasangka belaka, tidak berdasarkan ilmu pengetahuan dan kepercayaan kepada Allah Yang Maha Penguasa Semesta Alam.

Isi Kandungan Kosakata

1. Jāṡiyah جَاثِيَةٌ (al-Jāṡiyah/45: 28)

Bentuk isim fā‘il dari kata jaṡṡa. Akar katanya bisa terambil dari (jīm-ṡā'-wāw) berarti: jaṡā-yajṡū-juṡuwwan atau (jīm-ṡā'-yā') berarti jaṡā-yajṡī-juṡiyyan, jiṡiyyan. Artinya duduk di atas kedua lututnya atau sering disebut dengan bertekuk lutut. Sebuah pemandangan seorang yang tunduk, pasrah terhadap hukuman yang akan dia dapatkan. Ungkapan jāṡiyah adalah sifat semua umat manusia pada hari Kiamat yang tidak berdaya menghadapi nasib yang akan mereka dapatkan.

2. Mustaiqinīn مُسْتَيْقِنِيْ نَ (al-Jāṡiyah/45: 32)

Bentuk isim fā‘il dari kata kerja istaiqana-yastaiqinu. Akar katanya dari (yā'-qāf-nūn) atau yaqīn. Ada tambahan huruf mīm, sīn dan tā'. Adanya tambahan huruf sīn dan tā' menunjukkan adanya arti mencari dengan sungguh-sungguh. Ungkapan wamā naḥnu bimustaiqinīn artinya, kami sekali-kali tidak meyakininya. Yakin artinya tetap dan jelas. Keyakinan adalah sebuah pengetahuan yang tidak lagi ada keraguan apapun terhadapnya. Kematian disebut juga yaqīn karena semua orang akan mempercayainya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto