ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
Żālika faḍlullāhi yu'tīhi may yasyā'(u), wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm(i).
Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah memiliki karunia yang besar.
Demikianlah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki seperti mengangkat Rasulullah menjadi nabi dan rasul dan diutus kepada umat manusia seluruh alam; dan Allah memiliki karunia yang besar yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa diutusnya rasul kepada manusia, untuk membersihkan mereka dari kemusyrikan dan sifat-sifat kebiadaban. Hal tersebut merupakan nikmat dan karunia Allah yang terbesar diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dari hamba-hamba-Nya yang telah dipilih-Nya, karena kebersihan hati mereka dan kesediaan menerimanya.
Yalḥaqū bihim يَلْحَقُوْا بِهِمْ (al-Jumu‘ah/62: 3)
Kata yalḥaqū adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata laḥiqa-yalḥaqu-laḥqan yang berarti menyusuli. Darinya diambil kata al-laḥaq yang berarti apa yang digabungkan ke dalam sebuah kitab setelah rampung ditulis. Kata laḥiqa dalam beberapa derivasinya juga digunakan di ayat lain, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (Yūsuf/12: 101). Dan yang dimaksud dengan kata yalḥaqu di sini sama seperti yang dimaksud pada Surah Yūsuf/12: 101 tersebut. Imam al-Bukhārī meriwayatkan dari Abū Hurairah, ia berkata, “Ketika kami duduk bersama Nabi saw, tiba-tiba Surah al-Jumu‘ah diturunkan kepada beliau. Para sahabat bertanya, “Siapa mereka, ya Rasulullah?” Beliau tidak menjawab pertanyaan mereka, sampai beliau ditanya tiga kali. Di antara kami waktu itu ada Salmān al-Fārisī. Lalu Rasulullah meletakkan tangannya pada tubuh Salmān al-Fārisī kemudian beliau bersabda, ‘Seandainya iman itu ada di bintang Ṡurayyā, maka ia pasti digapai oleh seseorang atau orang-orang di antara mereka.” Mengenai ayat ini, Mujāhid berkomentar, “Mereka itu adalah orang-orang non-Arab dan setiap orang yang membenarkan Rasulullah.”
















































