Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat Al-Jumu‘ah (Jumat)
الجمعة
Ayat 1 / 11 •  Surat 62 / 114 •  Halaman 553 •  Quarter Hizb 56 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

Yusabbiḥu lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍil-malikil-quddūsil-‘azīzil-ḥakīm(i).

Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah Yang Maha Raja, Maha Suci, Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.

Makna Surat Al-Jumu‘ah Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari dan seluruh planet; dan apa yang ada di bumi, hewan dan tetumbuhan bertasbih kepada Allah, mengakui dan menyatakan kemahasucian Allah yang berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya; Dia adalah Maharaja yang kekuasaan-Nya mutlak; Yang Mahasuci dari segala yang diduga manusia; dan Dialah Yang Mahaperkasa menciptakan dan menghancurkan jagat raya sekejap mata; Mahabijaksana, tidak terburu menggunakan kekuasaan-Nya yang tiada terbatas untuk menghancurkan jagat raya atau menghukum manusia yang berdosa.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi baik yang bernyawa maupun tidak, benda keras ataupun cair, pepohonan, dan sebagainya, bertasbih kepada Allah, menyucikan-Nya dari hal-hal yang tidak wajar, seperti sifat-sifat kekurangan dan sebagainya. Setiap kita melihat dan memandang kepada apa yang ada di bumi dan di langit, semuanya itu menunjukkan kepada kita atas keesaan penciptanya yaitu Allah dan kebesaran kekuasaan-Nya. Ini sejalan dengan firman Allah:

وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. (al-Isrā’/17: 44)

Ayat pertama ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu merajai segala apa yang ada di bumi dan di langit, bertasbih kepada-Nya dengan kehendak-Nya berdasarkan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya, suci dari segala yang tidak layak dan tidak sesuai dengan ketinggian dan kesempurnaan-Nya. Tuhan Yang Mahaperkasa, menundukkan segala makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya. Mahabijaksana dalam mengatur hal ihwal mereka. Dialah yang lebih mengetahui kemaslahatan mereka, yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Isi Kandungan Kosakata

Yalḥaqū bihim يَلْحَقُوْا بِهِمْ (al-Jumu‘ah/62: 3)

Kata yalḥaqū adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata laḥiqa-yalḥaqu-laḥqan yang berarti menyusuli. Darinya diambil kata al-laḥaq yang berarti apa yang digabungkan ke dalam sebuah kitab setelah rampung ditulis. Kata laḥiqa dalam beberapa derivasinya juga digunakan di ayat lain, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (Yūsuf/12: 101). Dan yang dimaksud dengan kata yalḥaqu di sini sama seperti yang dimaksud pada Surah Yūsuf/12: 101 tersebut. Imam al-Bukhārī meriwayatkan dari Abū Hurairah, ia berkata, “Ketika kami duduk bersama Nabi saw, tiba-tiba Surah al-Jumu‘ah diturunkan kepada beliau. Para sahabat bertanya, “Siapa mereka, ya Rasulullah?” Beliau tidak menjawab pertanyaan mereka, sampai beliau ditanya tiga kali. Di antara kami waktu itu ada Salmān al-Fārisī. Lalu Rasulullah meletakkan tangannya pada tubuh Salmān al-Fārisī kemudian beliau bersabda, ‘Seandainya iman itu ada di bintang Ṡurayyā, maka ia pasti digapai oleh seseorang atau orang-orang di antara mereka.” Mengenai ayat ini, Mujāhid berkomentar, “Mereka itu adalah orang-orang non-Arab dan setiap orang yang membenarkan Rasulullah.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto