Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 43 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 43 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 298 •  Quarter Hizb 30.5 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَلَمْ تَكُنْ لَّهٗ فِئَةٌ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًاۗ

Wa lam takul lahū fi'atuy yanṣurūnahū min dūnillāhi wa mā kāna muntaṣirā(n).

Tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah dan dia pun tidak dapat membela dirinya.

Makna Surat Al-Kahf Ayat 43
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan tidak adalagibaginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah, padahal sebelumnya dia membanggakan anak-nya, keluarganya dan pengikutnya yang diharapkan menjadi pembela dan penolongnya ketika ditimpa bencana; dan dia pun ketika itu dalam keadaan sangat lemah tidak akan dapat membela dirinya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa tidak ada segolongan orang pun yang sanggup menolong pemilik kebun itu, baik keluarganya, pengawal, buruh-buruh, anak-anak, atau siapa saja yang tadinya menjadi kebanggaannya. Hanya Allah yang dapat menolongnya dari kehancuran dan kebinasaan. Sedangkan orang itu sendiri tidak dapat menolong dirinya sendiri dengan kekuatan yang ada padanya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Tabīd تَبِيْدَ (al-Kahf/18: 35)

Lafaz tabīda merupakan bentukan dari kata bayd, terambil dari akar kata bāda – yabīdu – bayādan yang berarti hancur beterbangan seperti sesuatu yang tersebar diterpa angin di gurun pasir atau diartikan pula dengan kebinasaan. Gurun pasir disebut juga dengan baidā’, bentuk jamaknya adalah baidun. Maksud ayat ini adalah Allah swt membuat perumpamaan terhadap dua orang Yahudi, yang seorang mukmin dan lainnya adalah kafir. Keduanya diberikan dua buah kebun anggur yang dikelilingi pohon kurma dan dialiri di celah antara keduanya dengan sebuah sungai. Orang Yahudi kafir dengan segala keangkuhan dan kesombongan dirinya berkata kepada orang Islam bahwa kebun yang dia miliki tidak akan hancur atau binasa selama-lamanya.

2. Gauran غَوْرًا (al-Kahf/18: 41)

Gauran terambil dari kata gāra- yagūru - gauran yang berarti masuk ke bagian yang paling dalam dari bumi atau lembah bumi. Gārat ‘ainuhu berarti air matanya menjadi kering karena masuk ke bagian dalam. Dalam Surah al-Mulk/67: 30 firman Allah: aṣbaḥa mā’ukum gauran berarti sumber air kamu menjadi kering. Gār berarti gua yang ada di lembah gunung. Penjelasannya adalah bahwa orang Yahudi yang telah masuk Islam menjawab kesombongan orang kafir bahwa Allah swt akan memberikan kebun yang lebih baik dari kebunnya dan semoga Allah swt mengirimkan petir kepada kebunnya sehingga menjadi tanah yang licin dan airnya menjadi surut dan kering, masuk ke dalam tanah sehingga tidak akan bisa ditemukan lagi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto