قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا ۗ
Qul hal nunabbi'ukum bil-akhsarīna a‘mālā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah perlu kami beri tahukan orang-orang yang paling rugi perbuatannya kepadamu?”
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir itu, “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya karena jerih payah mereka hanya akan mendatangkan kesia-siaan dan tanpa ganjaran?”
Ayat ini menjelaskan perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada orang-orang yang membantahnya di antara Ahliahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani, “Maukah kamu diberi tahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya yaitu orang-orang yang telah bersusah payah mengerjakan suatu perbuatan yang dengan perbuatan itu ia mengharap pahala dan karunia, tetapi yang mereka peroleh hanyalah mala-petaka dan kebinasaan, seperti orang-orang yang telah membeli barang dengan mengharapkan keuntungan, tetapi yang diperolehnya hanyalah ke-rugian belaka.
Giṭā’ غِطَاء (al-Kahf/18: 101)
Giṭā’ artinya penutup, yaitu sesuatu menutupi yang lain seperti pakaian dan lainnya. Al-Qur’an menggunakan kata ini pada dua tempat yaitu pada ayat ini dan pada Surah Qāf /50: 22. Semuanya menggunakan arti kiasan yaitu menutup diri dari kebenaran, sebagaimana orang menutupi matanya, sehingga tidak bisa melihat. Atau berarti juga kebodohan sebagaimana pada Surah Qāf.















































