Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 34 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 34 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 297 •  Quarter Hizb 30.5 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَّكَانَ لَهٗ ثَمَرٌۚ فَقَالَ لِصَاحِبِهٖ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗٓ اَنَا۠ اَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَّاَعَزُّ نَفَرًا

Wa kāna lahū ṡamar(un), fa qāla liṣāḥibihī wa huwa yuḥāwiruhū ana akṡaru minka mālaw wa a‘azzu nafarā(n).

Dia (orang kafir itu) juga memiliki kekayaan besar. Dia lalu berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengannya, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”

Makna Surat Al-Kahf Ayat 34
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan selain kebun-kebun itu yang dimilikinya, dia juga memiliki kekayaan besar, seperti emas, perak dan kekayaan lainnya yang berlimpah-limpah sehingga membuat dirinya angkuh, maka dia berkata kepada temannya yang beriman ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu yang terdiri dari kebun-kebun dan kekayaan lainnya sebagaimana engkau lihat, dan pengikutku, yakni anak-anakku, keluargaku dan pembantuku lebih kuat daripada pengikutmu, mereka pasti akan membantu dan menolongku kapan saja.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt menjelaskan dalam ayat ini bahwa pemilik kebun itu masih memiliki kekayaan lain berupa harta perdagangan emas, perak, dan lain-lainnya yang diperoleh dari penjualan hasil kebun dan ladang. Qurṭus benar-benar berada dalam kehidupan yang mewah, dengan harta kekayaan yang melimpah ruah, dan memiliki pembantu-pembantu, buruh-buruh, dan pengawal-pengawal dalam jumlah yang besar. Keadaan yang demikian membuat dirinya sombong dan ingkar kepada Tuhan yang memberikan nikmat itu kepadanya. Dia berkata kepada temannya yang beriman, yang sebelumnya telah menyeru kepadanya agar beriman kepada Allah dan hari kebangkitan, “Aku mempunyai harta yang lebih banyak daripada kamu, seperti yang kamu saksikan, dan pengikut-pengikutku lebih banyak. Sewaktu-waktu mereka siap mempertahankan diri dan keluargaku dari musuh-musuhku, serta memelihara dan membela hartaku.” Dengan perkataan ini, dia mengisyaratkan bahwa seseorang dapat hidup bahagia dan jaya tanpa beriman kepada Tuhan seru sekalian alam. Dia beranggapan bahwa segala kejayaan yang dimilikinya dan kenikmatan yang diperolehnya semata-mata berkat kemampuan dirinya. Tiada Tuhan yang dia rasakan turut membantu dan memberi rezeki dan kenikmatan kepadanya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Tabīd تَبِيْدَ (al-Kahf/18: 35)

Lafaz tabīda merupakan bentukan dari kata bayd, terambil dari akar kata bāda – yabīdu – bayādan yang berarti hancur beterbangan seperti sesuatu yang tersebar diterpa angin di gurun pasir atau diartikan pula dengan kebinasaan. Gurun pasir disebut juga dengan baidā’, bentuk jamaknya adalah baidun. Maksud ayat ini adalah Allah swt membuat perumpamaan terhadap dua orang Yahudi, yang seorang mukmin dan lainnya adalah kafir. Keduanya diberikan dua buah kebun anggur yang dikelilingi pohon kurma dan dialiri di celah antara keduanya dengan sebuah sungai. Orang Yahudi kafir dengan segala keangkuhan dan kesombongan dirinya berkata kepada orang Islam bahwa kebun yang dia miliki tidak akan hancur atau binasa selama-lamanya.

2. Gauran غَوْرًا (al-Kahf/18: 41)

Gauran terambil dari kata gāra- yagūru - gauran yang berarti masuk ke bagian yang paling dalam dari bumi atau lembah bumi. Gārat ‘ainuhu berarti air matanya menjadi kering karena masuk ke bagian dalam. Dalam Surah al-Mulk/67: 30 firman Allah: aṣbaḥa mā’ukum gauran berarti sumber air kamu menjadi kering. Gār berarti gua yang ada di lembah gunung. Penjelasannya adalah bahwa orang Yahudi yang telah masuk Islam menjawab kesombongan orang kafir bahwa Allah swt akan memberikan kebun yang lebih baik dari kebunnya dan semoga Allah swt mengirimkan petir kepada kebunnya sehingga menjadi tanah yang licin dan airnya menjadi surut dan kering, masuk ke dalam tanah sehingga tidak akan bisa ditemukan lagi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto