اَوْ يُصْبِحَ مَاۤؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيْعَ لَهٗ طَلَبًا
Au yuṣbiḥa mā'uhā gauran falan tastaṭī‘a lahū ṭalabā(n).
atau airnya menjadi surut ke dalam tanah sehingga engkau tidak akan dapat menemukannya lagi.”
atau airnya menjadi surut meresap ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi, yakni tidak dapat menemukan lagi sumber air yang dapat mengairi kebunmu.
“Atau Allah menghancurkan kebun-kebun itu dengan bencana dari bumi dengan jalan menghisap air yang mengalirinya dan masuk ke dalam perut bumi, sehingga kamu tak dapat berbuat apa-apa untuk mencari air itu lagi.”
Demikianlah harapan Yahuza yang mukmin itu, agar Allah memperlihat-kan kekuasaan-Nya secara nyata kepada orang yang kafir dan sombong itu. Dengan turunnya hukuman itu, baik berupa bencana dari langit ataupun dari bumi, manusia yang kafir itu bisa menjadi sadar.
1. Tabīd تَبِيْدَ (al-Kahf/18: 35)
Lafaz tabīda merupakan bentukan dari kata bayd, terambil dari akar kata bāda – yabīdu – bayādan yang berarti hancur beterbangan seperti sesuatu yang tersebar diterpa angin di gurun pasir atau diartikan pula dengan kebinasaan. Gurun pasir disebut juga dengan baidā’, bentuk jamaknya adalah baidun. Maksud ayat ini adalah Allah swt membuat perumpamaan terhadap dua orang Yahudi, yang seorang mukmin dan lainnya adalah kafir. Keduanya diberikan dua buah kebun anggur yang dikelilingi pohon kurma dan dialiri di celah antara keduanya dengan sebuah sungai. Orang Yahudi kafir dengan segala keangkuhan dan kesombongan dirinya berkata kepada orang Islam bahwa kebun yang dia miliki tidak akan hancur atau binasa selama-lamanya.
2. Gauran غَوْرًا (al-Kahf/18: 41)
Gauran terambil dari kata gāra- yagūru - gauran yang berarti masuk ke bagian yang paling dalam dari bumi atau lembah bumi. Gārat ‘ainuhu berarti air matanya menjadi kering karena masuk ke bagian dalam. Dalam Surah al-Mulk/67: 30 firman Allah: aṣbaḥa mā’ukum gauran berarti sumber air kamu menjadi kering. Gār berarti gua yang ada di lembah gunung. Penjelasannya adalah bahwa orang Yahudi yang telah masuk Islam menjawab kesombongan orang kafir bahwa Allah swt akan memberikan kebun yang lebih baik dari kebunnya dan semoga Allah swt mengirimkan petir kepada kebunnya sehingga menjadi tanah yang licin dan airnya menjadi surut dan kering, masuk ke dalam tanah sehingga tidak akan bisa ditemukan lagi.














































