وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
Wal-lażīna kafarū wa każżabū bi'āyātinā ulā'ika aṣḥābul-jaḥīm(i).
Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim.
Setelah itu, Allah menyatakan pembalasan yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir. Adapun orang-orang yang kafir yang menolak ajakan Rasul dan mendustakan ayat-ayat Kami yang disampaikan melalui rasul-rasul Kami, mereka itulah yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Selanjutnya ayat itu menyatakan bahwa orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, adalah penghuni neraka. Ayat-ayat Allah artinya tanda-tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Al-Qur’an. Setiap ayat yang menjadi mukjizat yang besar bagi kenabian dan kerasulan Muhammad saw adalah tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Mahakuasa. Akhir ayat menyatakan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat-Nya adalah penghuni neraka.
Yatawakkal (5:11) يَتَوَكَّلْ
At-tawakkul artinya “menggantungkan/mengandalk an orang lain dan menjadikannya wakil dari dirinya”. Ayat ini memerintahkan orang-orang mukmin untuk menyerahkan urusan mereka kepada Allah. Kata tawakkul atau penyerahan urusan ini terkait dengan urusan mematuhi perintah, dan menjauhi larangan sehingga tawakkul terkait erat dengan takwa. Orang boleh berserah diri pada Allah dalam suatu perbuatan sesudah menyempurnakan berbagai faktor yang menjadi penyebab diperolehnya keberhasilan dari tindakannya tersebut, dengan kata lain anggota tubuh bekerja dengan sungguh-sungguh sedangkan hati terpaut dengan berserah diri kepada Allah.













































