Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 30 - Surat Al-Mulk (Kerajaan)
المُلك
Ayat 30 / 30 •  Surat 67 / 114 •  Halaman 564 •  Quarter Hizb 57 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍ ࣖ

Qul ara'aitum in aṣbaḥa mā'ukum gauran famay ya'tīkum bimā'im ma‘īn(in).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”

Makna Surat Al-Mulk Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sebagai penutup surah ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengingat aneka nikmat Allah, terutama nikmat air yang merupakan sumber utama kehidupan (lihat surah al-Anbiya/21:30). Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu dan sumber air lainnya menjadi kering. maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?.” Pasti tidak ada kecuali Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. Maka sudah sewajarnya kalau manusia hanya menyembah kepada-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menerangkan lagi tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, setelah pada ayat yang lalu Dia memerintahkan agar bertawakal kepada-Nya. Allah memerintahkan Muhammad mengatakan kepada orang-orang kafir, “Hai orang-orang kafir, cobalah terangkan kepadaku, apa yang terpikir olehmu, seandainya atas kehendak Allah seluruh air yang mengalir di permukaan bumi ini meresap ke dalam tanah, sehingga sumber-sumber air dan sumurmu menjadi kering, timba-timbamu tidak dapat menimba air lagi. Apakah tuhanmu yang lain dapat mendatangkan air itu, sehingga kamu dapat minum, kebun-kebunmu menjadi subur kembali dan binatang-binatang ternakmu dapat berkembang biak? Tidak ada sesuatu pun yang dapat mendatangkan air itu kecuali Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Kenapa kamu masih menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak layak bagi-Nya?”

Ayat ini menyuruh orang-orang kafir membandingkan dasar ketuhanan menurut pengertian mereka dengan sifat pemahaman ketuhanan menurut agama yang disampaikan Muhammad saw. Tuhan yang disembah menurut yang diajarkan Rasulullah adalah Tuhan pencipta seluruh makhluk, dan menjaga kelangsungan hidup semua yang hidup di alam ini. Dia Mahakuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu, tidak memerlukan sesuatu apa pun untuk menolong-Nya dan sebagainya. Bukan Tuhan yang dibuat manusia atau diangkat oleh manusia sendiri untuk disembah, seperti pemahaman ketuhanan orang-orang musyrik. Ayat ini seakan mengingatkan mereka bahwa Tuhan yang pantas disembah itu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak beranak, tidak dilahirkan, tidak berserikat dengan suatu apa pun, dan tidak memerlukan makhluk-makhluk lain untuk membantu-Nya melaksanakan setiap urusan.

Isi Kandungan Kosakata

Kosakata : Ma‘īn مَعِيْنٌ (al-Mulk/67: 30)

Kata ma‘īn dalam ayat ini adalah kata terakhir dari kata yang sama dari empat kali yang disebutkan Al-Qur’an. Pertama, disebutkan dalam Surah al-Mu’minūn/23: 50; kedua, dalam Surah aṣ-Ṣaffāt/37: 45, ketiga, dalam Surah al-Wāqi‘ah/56: 18, dan keempat, dalam ayat ini, Surah al-Mulk/67. Surah pertama tersebut berbicara tentang kata wa ma‘īn yang artinya “dan mata air mengalir”. Surah kedua dan ketiga berbicara tentang gelas yang berisi air dari mata air di surga. Demikian pula dalam Surah al-Mulk ini, kata ma‘īn muncul sebagai kata sifat dari air (mā’) yang disebut sebelumnya, yang artinya air “yang berasal dari sumber yang mengalir”. Menurut Ibnu al-Jauzī, ma‘īn artinya adalah air yang jelas dapat dilihat mata kepala: mā’ ẓahīr tarāhu al-‘uyūn. Jadi, kata ma‘īn dalam Al-Qur’an umumnya disebutkan dalam rangka menerangkan air minum penghuni surga yang berasal dari mata air yang mengalir, yang sudah tentu sehat dan nikmat serta menyenangkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto