Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 4 - Surat Al-Mulk (Kerajaan)
المُلك
Ayat 4 / 30 •  Surat 67 / 114 •  Halaman 562 •  Quarter Hizb 57 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ

Ṡummarji‘il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi'aw wa huwa ḥasīr(un).

Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya).

Makna Surat Al-Mulk Ayat 4
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kemudian setelah sekian lama kamu serius memperhatikannya, maka ulangi pandanganmu sekali lagi dan sekali lagi yaitu berkali-kali, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dalam keadaan kecewa karena tanpa menemukan cacat yang kamu usahakan untuk menemukannya, dan ia, pandanganmu, dalam keadaan letih dan ada batasnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pertanyaan Allah kepada manusia pada ayat di atas dijawab sendiri oleh Allah pada ayat ini dengan mengatakan bahwa sekali pun manusia berulang-ulang memperhatikan, mempelajari, dan merenungkan seluruh ciptaan Allah, pasti ia tidak akan menemukan kekurangan dan cacat, walau sedikit pun. Jika mereka terus-menerus melakukan yang demikian itu, bahkan seluruh hidup dan kehidupannya digunakan untuk itu, akhirnya ia hanya akan merasa dan tidak akan menemukan kekurangan, sampai ia mati dan kembali kepada Tuhannya.

Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa tidak ada seorang pun di antara manusia yang sanggup mencari kekurangan pada ciptaan Allah. Jika ada di antara manusia yang sanggup, hal ini berarti bahwa dia mengetahui seluruh ilmu Allah. Sampai saat ini belum ada seorang pun yang mengetahuinya dan tidak akan ada seorang pun yang dapat memiliki seluruh ilmu Allah. Seandainya ada di antara manusia yang dianggap paling luas ilmunya, maka ilmu yang diketahuinya itu hanyalah merupakan sebahagian kecil dari ilmu Allah. Akan tetapi, banyak di antara manusia yang tidak mau menyadari kelemahan dan kekurangannya, sehingga mereka tetap ingkar kepada-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṭibāqan طِبَاقًا (al-Mulk/67: 3)

Ṭibāq adalah isim maṣdar dengan wazan fi’ālan, dari at-ṭabaqah yang artinya tingkatan, atau lapisan. Jika disebut ṭabaqatus-samāwāt artinya tingkatan benda-benda alam yang terdapat dalam ruang alam yang luas. Jika disebut ṭabaqatul-arḍ artinya lapisan bumi. Ṭabaqah diartikan tingkatan jika berkenaan dengan benda-benda alam yang satu berada di atas yang lain (ba’ḍuhā fauqa ba’ḍ), dan diartikan lapisan jika berkaitan dengan sesuatu yang keberadaannya berdempet atau melekat tanpa jarak, seperti keadaan struktur bumi/tanah, sehingga kata ṭabaqatul-arḍ artinya “lapisan bumi.” Ṭibāq dalam ayat ini disebut sebagai ḥāl (penjelas keadaan) tentang benda-benda alam yang jumlahnya banyak sekali. Makna yang lebih sesuai tentulah bahwa Tuhan telah menciptakan benda-benda alam yang jumlahnya tidak sedikit itu “dalam keadaan bertingkat-tingkat,” dalam arti yang satu lebih jauh dari yang lain, karena yang satu berada lebih atas dari yang lain. Jadi, benda alam yang satu lebih jauh tingkat keberadaannya dari yang lainnya. Ini agaknya sesuai dengan firman Allah dalam Surah al-Insyiqāq/84: 19 latarkabunna ṭabaqan ‘an ṭabaq (sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).

2. Khāsi’an خَاسِئًا (al-Mulk/67: 4)

Kata khāsi’ adalah maṣdar berwazan fā’il, yang berkedudukan sebagai ḥāl (penjelas keadaan) disebutkan hanya sekali dalam Al-Qur’an. Yang berakar kata sama, di tempat lain, disebutkan tiga kali. Dalam bentuk amr (perintah) terdapat dalam Surah al-Mu’minūn/23: 108. Kata khāsi’īn (jama’ mużakkar salim) disebut dua kali: Surah al-Baqarah/2: 65 dan Surah al-A‘rāf/7: 166. Kata tersebut berasal dari al-khas’ yang artinya ar-radi’ (yang jelek) atau cacat yang menyebabkan sesuatu bernilai kurang atau menurun citranya. Berapa kali pun mata manusia melihat dan memandangi ciptaan Allah, sampai mata merasa letih, tak akan dapat dijumpai suatu cacat atau kekurangan sedikit pun dalam ciptaan-Nya. Seluruh makhluk-Nya telah diciptakan-Nya seimbang dan sempurna dalam harmoni yang kuat dan kompak.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto