Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 83 - Surat Al-Mu'minūn (Orang-Orang Mukmin)
المؤمنون
Ayat 83 / 118 •  Surat 23 / 114 •  Halaman 347 •  Quarter Hizb 35.5 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Makkiyah

لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَاٰبَاۤؤُنَا هٰذَا مِنْ قَبْلُ اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ

Laqad wu‘idnā naḥnu wa ābā'unā hāżā min qablu in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn(a).

Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu.512) Ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!”

Makna Surat Al-Mu'minun Ayat 83
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang-orang kafir enggan memikirkan fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah, bahkan mereka mengikuti jejak para pendurhaka terdahulu. Mereka mengingkari hari Kebangkitan dan mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, dan kaum-kaum sesudahnya. Mereka berkata untuk menolak adanya hari Kebangkitan, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Tidak! Itu tidak mungkin. Sungguh, yang demikian ini, yaitu ancaman dan siksa pada hari Kebangkitan, sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu oleh orang-orang yang mengaku rasul. Ini hanyalah mitos dan dongeng orang-orang terdahulu belaka!”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bagaimana orang-orang kafir itu menghina dan memperolok-olokkan Muhammad dengan mengatakan bahwa mereka sudah diberi janji yang tidak ada kebenarannya sama sekali sebagaimana kepada nenek moyang mereka yang telah dijanjikan seperti janji-janji Muhammad ini, tetapi tak ada satu pun janji-janji para rasul yang terdahulu itu yang telah terbukti. Bagaimana mereka akan percaya dan menerima saja ucapan-ucapan Muhammad yang telah gila itu yang tak ada buktinya sama sekali dan mungkin ucapan-ucapannya itu hanya dongengan orang dahulu kala. Pada ayat-ayat lain terdapat penjelasan mengenai ucapan-ucapan mereka beserta bantahan dan penolakan terhadap ucapan-ucapan itu seperti firman Allah:

يَقُوْلُوْ نَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْ نَ فِى الْحَافِرَةِۗ ١٠ ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ ١١ قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ ١٢ فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ ١٣ فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ ۗ ١٤

(Orang-orang kafir) berkata, ”Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Mereka berkata, ”Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (an-Nāzi’āt/79: 10-14)

Dan firman-Nya:

وَضَرَب لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ ٧٨ قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ ٧٩

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, ”Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah (Muhammad), ”Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yāsīn/36: 78-79)

Dan firman-Nya:

اَيَعِد كُمْ اَنَّكُمْ اِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَّعِظَامًا اَنَّكُمْ مُّخْرَجُوْنَ ۖ ٣٥ ۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوْعَدُوْنَ ۖ ٣٦ اِنْ هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوْثِيْ نَ ۖ ٣٧ اِنْ هُوَ اِلَّا رَجُلُ ِۨافْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا وَّمَا نَحْنُ لَهٗ بِمُؤْمِنِيْنَ ٣٨

Adakah dia menjanjikan kepada kamu, bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu)? Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu, (kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi), Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kita tidak akan mempercayainya. (al-Mu’minūn/23: 35-38)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Mab’ūṡūna اَلْمَبْعُوْثُ وْنَ (al-Mu’minūn /23: 82)

Lafal al-mab’ūṡūn (ﺍﻟﻤﺒﻌﻮﺛﻮﻥ ) adalah bentuk jamak dari mab’ūṡ (ﻣﺒﻌﻮﺙ), artinya dibangkitkan. Berasal dari fi’il ﺑﻌﺜﺎ ﻳﺒﻌﺚ ﺑﻌﺚ artinya mengirimkan, mengutus, membangunkan, membangkitkan dan menghidupkan kembali. Dalam ayat 82 Surah al-Mu’minūn, ungkapan ﺀﺇﻧﺎﻟﻤﺒﻌﻮ ﻮﻥ artinya: apakah sungguh kami benar-benar akan dibangkitkan, dihidupkan kembali? Kalimat ini adalah pertanyaan yang dikemukakan beberapa kali oleh orang-orang kafir, karena menurut pemikiran mereka yang tidak percaya pada kekuasaan Allah, manusia yang telah mati dan dikubur kemudian daging dan tulangnya menjadi satu dengan tanah. Daging yang sudah hancur menjadi satu dengan tanah dan tulang yang berserakan itu menurut mereka tidak mungkin akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali dalam keadaan utuh seperti dulu. Pikiran yang sangat sederhana itu tidak menerima dan mempercayai adanya hari kebangkitan tersebut.

2. Asāṭīrul-Awwalīn اَسَاطِيْرُ اْلاَوَّلِيْنَ (al-Mu’minūn/23: 83)

Asāṭīrul-awwalīn artinya dongengan orang-orang dahulu kala. ﺍﺳﺎﻃﻴﺮ adalah lafal dalam bentuk jamak, mufradnya yaitu ﺍﺳﻄﻮﺭ artinya dongeng, hikayat atau cerita yang tidak ada asal-usulnya. Dalam sastra Arab ada yang namanya ﻋﻠﻢﺍﻻﺳﺎﻃﻴ yaitu mitologi atau dongeng-dongeng purbakala. ﺍﻻﻭﻟﻴﻦ artinya orang-orang terdahulu, atau orang-orang zaman dahulu kala. Orang-orang kafir Makkah menganggap pelajaran dan petunjuk agama yang disampaikan Nabi Muhammad, seperti adanya hari akhir, hari kebangkitan, surga dan neraka, semua itu dianggap sebagai dongengan orang-orang dahulu kala yang tidak ada buktinya dan tidak akan terjadi. Bahkan mereka menganggap Nabi Muhammad sudah gila, ucapan-ucapan beliau tidak perlu mereka percayai. Begitulah keingkaran orang-orang kafir terhadap petunjuk yang dibawa Nabi Muhammad.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto