وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
23-24. Lalu Kami tentukan bentuknya serta masa kelahirannya, maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan bentuk setiap makhluk. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa terlepas dari semua itu kalau memang manusia tak mau mengubah tabiat dan karakternya, tetap saja kafir laknat, dan lebih dari itu juga berusaha merongrong kewibawaan Ilahi itu dengan mempersekutukan-Nya dengan makhluk lain ciptaan-Nya, dan sama sekali tidak yakin adanya hari kebangkitan, hari manusia menerima ganjaran amal perbuatan baiknya, maka Tuhan mengancam untuk kedua kalinya, “Celaka besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.”
1. Kifātan كِفَاتًا (al-Mursalāt/77: 25)
Secara kebahasaan kata kifāt merupakan bentuk maṣdar dari kata kafata yang berarti berkumpul. Dalam konteks ayat ini, kata kifāt bermakna bahwa Allah menjadikan bumi sebagai tempat berkumpul.
2. Syāmikhātin شَامِخَاتٍ (al-Mursalāt/77: 27)
Secara kebahasaan kata syāmikhāt adalah bentuk jamak (plural) dari kata syāmikhah, yang berarti sesuatu yang tinggi. Dalam konteks ayat ini, kata syāmikhāt bermakna bahwa Allah menjadikan gunung-gunung yang tinggi menjulang di atas bumi.
















































