كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ
Każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).
Demikianlah Kami memperlakukan para pendurhaka.
18-19. Demikianlah yang akan terus terjadi, Kami akan perlakukan orang-orang yang berdosa sesuai dengan ketetapan Kami, kapan dan di mana pun. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.
Dalam ayat ini, Allah sekali lagi menegaskan bahwa apa yang telah diperbuat-Nya terhadap umat dahulu akan sama saja dengan apa yang dilakukan-Nya terhadap umat sekarang. Sebab sunnah-Nya sejak dahulu sampai sekarang tetap sama, tidak akan berubah sedikit pun. Begitulah Dia telah menghancurkan orang-orang yang berdosa akibat perbuatan dan sikap mereka yang mendustai-Nya.
1. Kifātan كِفَاتًا (al-Mursalāt/77: 25)
Secara kebahasaan kata kifāt merupakan bentuk maṣdar dari kata kafata yang berarti berkumpul. Dalam konteks ayat ini, kata kifāt bermakna bahwa Allah menjadikan bumi sebagai tempat berkumpul.
2. Syāmikhātin شَامِخَاتٍ (al-Mursalāt/77: 27)
Secara kebahasaan kata syāmikhāt adalah bentuk jamak (plural) dari kata syāmikhah, yang berarti sesuatu yang tinggi. Dalam konteks ayat ini, kata syāmikhāt bermakna bahwa Allah menjadikan gunung-gunung yang tinggi menjulang di atas bumi.














































