Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 39 - Surat Al-Mursalāt (Malaikat Yang Diutus)
المرسلٰت
Ayat 39 / 50 •  Surat 77 / 114 •  Halaman 581 •  Quarter Hizb 58.75 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَاِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيْدُوْنِ

Fa'in kāna lakum kaidun fakīdūn(i).

Jika kamu punya tipu daya, lakukanlah terhadap-Ku.”

Makna Surat Al-Mursalat Ayat 39
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

38-40. Untuk lebih menekankan tentang dahsyatnya situasi saat itu, maka Allah menambahkan penegasannya, Inilah hari keputusan yaitu penentuan keadaan manusia. Pada hari ini Kami kumpulkan kamu wahai para pendurhaka yang hidup pada masa Nabi Muhammad dan setelahnya, dan orang-orang yang terdahulu yang telah Kami binasakan. Maka jika kamu punya tipu daya yaitu upaya untuk menghindari siksa, maka lakukanlah tipu daya itu terhadap-Ku. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menantang dengan cara mengejek orang-orang kafir dan orang-orang yang merasa mempunyai kekuatan membela diri, untuk menggunakan kepandaian dan tipu dayanya guna menyelamatkan diri dari siksaan-Nya.

Selain itu, ayat ini memberikan suatu pelajaran keras bagi orang-orang yang menentang agama Islam, yang selalu menipu dan mempermainkan orang-orang yang beriman bahwa kelak pada saatnya mereka akan mengetahui betapa lemahnya alasan mereka yang suka mengolok-olokkan agama itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Bi Syararin بِشَرَرٍ (al-Mursalāt/77: 32)

Secara kebahasaan kata bi syarar terdiri dari dua kata, yaitu kata bi yang berarti dengan dan kata syarar yang berarti percikan-percikan api atau bunga api. Dalam konteks ayat ini, kata bi syarar bermakna pemberitahuan bahwa neraka itu menyemburkan percikan-percikan api yang dahsyat bagaikan bunga api yang sebesar dan setinggi istana.

2. Jimālatun جِمَالَتٌ (al-Mursalāt/77: 33)

Secara kebahasaan kata jimālat berarti unta-unta. Dalam konteks ayat ini, Allah mendiskripsikan dahsyatnya api neraka yang percikan-percikan apinya seolah-olah menyerupai unta-unta kuning yang beriring-iringan.

3. Wail وَيْل (al-Mursalāt/77: 40)

Secara kebahasaan kata wail merupakan kata jamid (kata yang tak terderivikasikan) yang berarti celakalah atau masuklah neraka wail. Dalam konteks ayat ini, pada hari Kiamat orang-orang yang mendustakan kebenaran misi kenabian Muhammad saw pasti celaka dan dimasukkan ke dalam neraka wail.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto