وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar(un).
Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauhulmahfuz).
Dan di samping itu, segala sesuatu baik yang kecil dan remeh maupun yang besar dan penting tertulis di sana dengan rinci.
Semua perbuatan manusia terhimpun dalam buku catatan masing-masing. Hal itu karena setiap perbuatan manusia kecil ataupun besar, baik atau buruk dicatat oleh malaikat di dalam buku catatan itu, Malaikat Kiram atau sebut saja Raqīb, mencatat perbuatan yang baik dan malaikat Katibin atau ‘Atīd mencatat perbuatan yang tidak baik.
Dalam ayat lain Allah berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ ١٨
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qāf/50: 18)
Oleh karena semua aktivitas manusia, baik perbuatan maupun ucapan, yang baik maupun yang buruk, besar maupun kecil tercatat di dalam buku catatan masing-masing, maka sangat mudah bagi Allah menjatuhkan hukuman kepada yang berdosa dan memberikan pahala kepada yang berbuat baik.
1. Saqar سَقَرَ (al-Qamar/54: 48).
Kata saqar biasa diartikan sebagai nama bagi salah satu neraka, yaitu neraka saqar. Kata saqar disebutkan empat kali dalam Al-Qur’an, tiga di antaranya disebutkan dalam Surah al-Muddaṡṡir/74: 26, 27 dan 42, dan satu kali disebutkan dalam Surah al-Qamar/54: 48.
Keempat kata saqar yang terdapat dalam Al-Qur’an disebutkan dalam konteks siksaan di akhirat. Karena itu kata tersebut diartikan sebagai salah satu nama tempat penyiksaan di hari akhirat, atau nama bagi salah satu tingkat tempat penyiksaan tersebut. Menurut al-Qurṭuby, saqar adalah tingkat keenam dari tujuh tingkat neraka.
Dari segi bahasa, kata saqar berasal dari kata kerja saqara, yang pada mulanya menurut Ibnu Faris, digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang menyengat, atau memberi tanda pada binatang dengan cara membakar kulitnya dengan besi panas, dan mengubah warna sesuatu yang terbakar. Sejalan dengan perkembangan peradaban umat manusia, arti saqar berkembang menjadi beraneka ragam seperti yang ditemui di dalam kamus-kamus bahasa Arab, misalnya, terik matahari dinamakan saqar, karena terik panas matahari dapat menyengat tubuh sehingga warnanya berubah. Besi panas yang digunakan untuk menandai binatang, dinamakan saqur. Orang kafir yang memusuhi umat Islam, disebut as-saqqar, karena hati mereka panas terus (sakit terus). Api neraka dinamai saqar, karena panasnya dan menghanguskan semua yang masuk ke dalamnya.
2. Mustaṭar مُسْتَطَر (al-Qamar/54: 53).
Kata mustaṭar berasal dari fi‘il saṭara-yasṭuru-saṭran berarti menulis, atau pengaturan huruf-huruf yang ditulis dengan rapi dan indah. Jadi kata mustaṭar berarti tertulis dengan rapi dan teliti. Ketelitian dan kerapiannya itu diperkuat lagi dengan penambahan huruf tā' yang mendahului huruf ṭā'.
Kata mustaṭar hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu pada Surah al-Qamar/54: 53 tersebut, tetapi kata yang seakar dengannya disebutkan 4 kali dalam Al-Qur’an yaitu yasṭurūn pada Surah al-Qalam/68:1, yang berarti menulis, dan masṭūr 3 kali yaitu pada Surah aṭ-Ṭūr/52:2, al-Isrā'/17: 58 dan al-Aḥzāb/33: 6, semuanya berarti tertulis.

















































