Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Al-Qamar (Bulan)
القمر
Ayat 49 / 55 •  Surat 54 / 114 •  Halaman 530 •  Quarter Hizb 53.75 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

Innā kulla syai'in khalaqnāhu biqadar(in).

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.

Makna Surat Al-Qamar Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apa yang terjadi pada semua makhluk sudah ditetapkan oleh Allah. Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, yaitu suatu sistem dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Seluruh makhluk diciptakan-Nya sesuai ketentuan dan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya. Karena itu bila seseorang dihukum karena ketetapan dan hukum-hukumnya itu. Dan segala sesuatu akan terjadi sesuai ketetapan-Nya. Dalam ayat lain Allah juga berfirman mengenai ketetapan atau takdir yaitu:

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا

Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat. (al-Furqān/25: 2)

Tetapi manusia wajib berusaha, ketentuan-Nya diserahkan kepada Allah sesuai firman Allah:

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ ٣٩ وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ ٤٠

Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (an-Najm/53: 39-40)

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Aḥmad dan Muslim dari Abū Hurairah: Rasulullah saw bersabda, “Minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Bila sesuatu menimpamu, maka katakanlah, Allah telah menetapkannya. Apa yang Dia kehendaki, Dia kerjakan, dan jangan kamu berkata: seandainya aku berbuat begini maka akan begitu. Sesungguhnya kata “seandainya” membuka (kemungkinan pada) perbuatan setan. Sesuai dengan hadis Rasulullah saw:

قَاَل رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ، حَتَّى اْلعَجْزِ وَ اْلكَيْسِ. (رواه أحمد ومسلم عن ابن عمر)

Rasullah saw bersabda: segala sesuatu ditetapkan ukurannya bahkan kelemahan dan kecerdasan. (Riwayat Imam Aḥmad dan Muslim dari Ibnu ‘Umar)

Allah swt berfirman:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١١

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (ar-Ra‘d/13: 11)

Isi Kandungan Kosakata

1. Saqar سَقَرَ (al-Qamar/54: 48).

Kata saqar biasa diartikan sebagai nama bagi salah satu neraka, yaitu neraka saqar. Kata saqar disebutkan empat kali dalam Al-Qur’an, tiga di antaranya disebutkan dalam Surah al-Muddaṡṡir/74: 26, 27 dan 42, dan satu kali disebutkan dalam Surah al-Qamar/54: 48.

Keempat kata saqar yang terdapat dalam Al-Qur’an disebutkan dalam konteks siksaan di akhirat. Karena itu kata tersebut diartikan sebagai salah satu nama tempat penyiksaan di hari akhirat, atau nama bagi salah satu tingkat tempat penyiksaan tersebut. Menurut al-Qurṭuby, saqar adalah tingkat keenam dari tujuh tingkat neraka.

Dari segi bahasa, kata saqar berasal dari kata kerja saqara, yang pada mulanya menurut Ibnu Faris, digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang menyengat, atau memberi tanda pada binatang dengan cara membakar kulitnya dengan besi panas, dan mengubah warna sesuatu yang terbakar. Sejalan dengan perkembangan peradaban umat manusia, arti saqar berkembang menjadi beraneka ragam seperti yang ditemui di dalam kamus-kamus bahasa Arab, misalnya, terik matahari dinamakan saqar, karena terik panas matahari dapat menyengat tubuh sehingga warnanya berubah. Besi panas yang digunakan untuk menandai binatang, dinamakan saqur. Orang kafir yang memusuhi umat Islam, disebut as-saqqar, karena hati mereka panas terus (sakit terus). Api neraka dinamai saqar, karena panasnya dan menghanguskan semua yang masuk ke dalamnya.

2. Mustaṭar مُسْتَطَر (al-Qamar/54: 53).

Kata mustaṭar berasal dari fi‘il saṭara-yasṭuru-saṭran berarti menulis, atau pengaturan huruf-huruf yang ditulis dengan rapi dan indah. Jadi kata mustaṭar berarti tertulis dengan rapi dan teliti. Ketelitian dan kerapiannya itu diperkuat lagi dengan penambahan huruf tā' yang mendahului huruf ṭā'.

Kata mustaṭar hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu pada Surah al-Qamar/54: 53 tersebut, tetapi kata yang seakar dengannya disebutkan 4 kali dalam Al-Qur’an yaitu yasṭurūn pada Surah al-Qalam/68:1, yang berarti menulis, dan masṭūr 3 kali yaitu pada Surah aṭ-Ṭūr/52:2, al-Isrā'/17: 58 dan al-Aḥzāb/33: 6, semuanya berarti tertulis.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto