لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
Lā yuṣadda‘ūna ‘anhā wa lā yunzifūn(a).
Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
Mereka juga mendapat minuman anggur yang tidak memabukkan sehingga mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
Ayat ini menjelaskan bahwa anak-anak muda tersebut melayani penghuni surga dengan membawa gelas, piala, cerek, dan minuman khamar yang diambil dari air yang mengalir dari mata airnya, tidak diperas, bening dan bersih yang tidak habis-habisnya. Mereka dapat mengambil dan minum semaunya dan hal itu tidak membuat mereka pening dan mabuk.
Ṡullatun ثُلَّةٌ (al-Wāqi‘ah/56: 13)
Kata ṡullatun diartikan sebagai sekelompok orang, baik yang jumlahnya banyak atau sedikit. Namun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa kata ini untuk menunjuk kelompok manusia dalam jumlah banyak. Pada ayat ini, kata tersebut digunakan untuk mengisyaratkan bahwa yang akan masuk surga di akhirat kelak adalah kelompok dalam jumlah banyak, yaitu umat terdahulu yang bersama nabi mereka masing-masing. Selain itu, pada ayat berikutnya, ada pula kelompok kecil yang datang kemudian, yaitu umat Nabi Muhammad.














































