مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
Muttaki'īna ‘alaihā mutaqābilīn(a).
seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan sambil mensyukuri nikmat yang mereka terima.
Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa mereka duduk santai berhadap-hadapan di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata. Mereka dalam keadaan rukun, damai, hidup berbahagia dan bergaul dengan baik; tidak terdapat pada hati mereka perasaan permusuhan atau kebencian yang akan memisahkan seseorang dengan yang lain.
Ṡullatun ثُلَّةٌ (al-Wāqi‘ah/56: 13)
Kata ṡullatun diartikan sebagai sekelompok orang, baik yang jumlahnya banyak atau sedikit. Namun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa kata ini untuk menunjuk kelompok manusia dalam jumlah banyak. Pada ayat ini, kata tersebut digunakan untuk mengisyaratkan bahwa yang akan masuk surga di akhirat kelak adalah kelompok dalam jumlah banyak, yaitu umat terdahulu yang bersama nabi mereka masing-masing. Selain itu, pada ayat berikutnya, ada pula kelompok kecil yang datang kemudian, yaitu umat Nabi Muhammad.














































