Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 47 - Surat Al-Wāqi‘ah (Hari Kiamat Yang Pasti Terjadi)
الواقعة
Ayat 47 / 96 •  Surat 56 / 114 •  Halaman 535 •  Quarter Hizb 54.25 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

Wa kānū yaqūlūn(a), a'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).

Mereka berkata, “Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang,apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?

Makna Surat Al-Waqi‘ah Ayat 47
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Golongan kiri itu tidak mempercayai adanya hari kebangkitan, dan mereka selalu mengatakan, “Apakah bila kami mati, dikubur, dan menjadi tanah dan tulang belulang kami hancur, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali seperti saat di dunia ini?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat-ayat ini, Allah swt menjelaskan apa sebabnya mereka golongan kiri itu menerima siksa yang sedemikian pedihnya. Dahulu, sewaktu mereka hidup di dunia semestinya mereka wajib beriman kepada Allah dengan menjalankan pelbagai amal saleh serta menjauhkan larangan Tuhannya, tetapi yang mereka jalankan adalah sebaliknya, yaitu:

a. Mereka hidup bermewah-mewah.

b. Mereka tidak berhenti-hentinya mengerjakan dosa besar.

c. Mereka mengingkari adanya hari kebangkitan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṣḥābusy-Syimāl أَصْحَابُ الشِّمَال (al-Wāqi‘ah/56: 41)

Aṣḥābusy-syimāl artinya orang-orang golongan kiri. Aṣḥāb adalah bentuk jamak dari ṣāḥib pemilik atau yang memiliki Aṣḥābusy-syimāl artinya orang yang memiliki golongan kiri, atau berada pada kelompok kiri. Seperti ṣāḥibul-bait artinya pemilik rumah, dan ṣāḥibul-ḥājat orang yang mempunyai atau menyelenggarakan hajat (perhelatan). Jika aṣḥābul-yamīn adalah orang-orang kelompok kanan yaitu orang-orang yang akan menjadi penghuni surga, maka aṣḥābusy-syimāl pada ayat 41 adalah orang-orang kelompok kiri yaitu yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka akan menghadapi berbagai azab yang pedih dan menghinakan, sebagai akibat dari sikap dan perbuatan mereka di dunia yang mengingkari kebenaran agama dan melakukan banyak perbuatan dosa yang dilarang agama.

2. Samūm سَمُوْم (al-Wāqi‘ah/56: 42)

Samūm adalah bentuk ṣīgah mubālagah artinya bentuk kata sifat yang sangat berlebih-lebihan, berasal dari fi‘il samma-yasummu-samman artinya meracun, membakar, menghanguskan. Ar-rīḥu sammat artinya angin itu menghanguskan, asy-syajaru sammat artinya pohon-pohon itu terbakar. Fī samūmi pada ayat 42 berarti dalam siksaan angin yang sangat panas, angin yang membakar dan menghanguskan segala yang disentuhnya. Begitulah yang ditemui oleh orang-orang aṣḥābusy-syimāl yaitu golongan kiri, pertama-tama mereka menghadapi siksaan angin yang panas sekali dan menghanguskan tubuh orang-orang yang di dunia menolak kebenaran agama dan banyak melakukan kerusakan dan dosa yang dilarang agama. Selanjutnya berbagai siksa akan dihadapi di akhirat yang sangat pedih sebagai balasan atas perbuatan jahatnya di dunia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto