Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 13 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 13 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 268 •  Quarter Hizb 27.5 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

وَمَا ذَرَاَ لَكُمْ فِى الْاَرْضِ مُخْتَلِفًا اَلْوَانُهٗ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّذَّكَّرُوْنَ

Wa mā żara'a lakum fil-arḍi mukhtalifan alwānuh(ū), inna fī żālika la'āyatal liqaumiy yażżakkarūn(a).

(Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.

Makna Surat An-Nahl Ayat 13
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Allah pula yang menundukkan apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini, seperti binatang dan tumbuhan, dengan berbagai jenis dan macam warna serta bentuk-nya. Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu pengembangbiakan binatang dan tumbuhan ke dalam berbagai warna, bentuk, dan macamnya itu, benar-benar terdapat tanda keesaan dan kekuasaan Allah bagi kaum yang mau mengambil pelajaran.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa Dia juga mengendalikan segala macam benda yang diciptakan-Nya, baik benda-benda itu hanya terdapat di permukaan bumi seperti aneka ragam binatang ternak dan tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda yang terdapat dalam perut bumi, seperti mineral dan barang tambang. Semua itu diciptakan Allah beraneka ragam dalam jenis, bentuk, dan manfaatnya.

Di akhir ayat dijelaskan bahwa sesungguhnya pada nikmat-nikmat yang telah diciptakan Allah yang beraneka ragam bentuk itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mengambil pelajaran. Yaitu bagi mereka yang memahami betapa besarnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka dan mensyukuri dengan memanfaatkannya sebagaimana mestinya dan sesuai dengan keperluan mereka menurut keridaan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Yub‘aṡūn يُبْعَثُوْنَ (an-Naḥl/16: 18)

Masdarnya al-ba‘ṡ artinya mengirim dari satu tempat ke tempat lain, membangkitkan, menggerakkan untuk berjalan, dan sebagainya. Al-ba‘ṡ menurut Ragīb al-Asfaḥāni dibagi menjadi dua, satu bersifat kemanusiaan seperti kata ba‘aṡal-insān fī ḥājah, artinya seseorang berjalan memenuhi kebutuhannya. Kedua, bersifat ketuhanan yang juga terbagi dua:

a. menciptakan makhluk yang belum pernah ada

b. menghidupkan orang yang sudah mati

Dalam istilah Al-Qur’an penggunaan arti al-ba‘ṡ yang banyak dipakai adalah menghidupkan manusia sesudah mati untuk dihisab. Sehingga yaumul- ba‘ṡ dinamakan pula yaumul-ḥasyr, artinya hari kebangkitan, yaitu hari pengumpulan manusia sesudah dibangkitkan (dihidupkan) untuk diper-hitungkan amal baik-buruknya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto