وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
Wa anna ilā rabbikal-muntahā.
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
Amal yang baik akan mendapat balasan yang berlipat ganda, dan amal yang buruk akan dibalas sesuai kadar keburukannya. Dan selain itu, disebutkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu permulaan dan kesudahan segala sesuatu.
Allah tempat kembali segala sesuatu pada hari Kiamat dan Ia akan menghisab yang kecil dan besar, lalu Ia memberi pahala atau siksa sesuai dengan perbuatan mereka masing-masing.
Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang jahat, dan bujukan yang halus bagi orang-orang baik dan sebagai penghibur hati bagi Nabi Muhammad saw, seperti firman-Nya:
فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘاِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ٧٦
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (Yāsīn/36: 76)
1. Akdā اَكْدَي (an-Najm/53: 34)
Akdā berasal dari kata kerja kadā-al-kudyatu artinya keras membatu. Akdā berarti kikir yang luar biasa bagaikan batu yang tidak ada yang menetes darinya.
2. Al-Mu'tafikah الْمُؤْتَفِكَة (an-Najm/53: 53)
Al-Mu'tafikah adalah kata jadian dari i'tafaka artinya membalikkan dari benar menjadi salah, dari baik menjadi buruk. Kata dasarnya al-ifku yaitu sesuatu yang berubah keadaannya dari baik menjadi buruk. Kata ini digunakan untuk negeri kaum Lut yang dijungkirbalikkan oleh Allah karena dosa homoseksual mereka.










































